Topikinformasi.com – Bone Dewan Pengurus Cabang (DPC) KEPMI Bone Kecamatan Kahu menggelar kegiatan pengabdian masyarakat berupa bakti sosial di Desa Matajang, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone. Program ini berlangsung selama tiga hari, mulai Tanggal 6 s/d 8 Februari 2026. sebagai bentuk kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat melalui kegiatan yang edukatif dan berdampak langsung.
Bone, 6 Februari 2026.
Kegiatan bakti sosial tersebut menjadi salah satu upaya konkret organisasi dalam mendorong peran mahasiswa agar tidak hanya aktif di ruang diskusi, tetapi juga terlibat dalam kerja-kerja sosial yang menyentuh kebutuhan warga. Rangkaian kegiatan disusun secara terarah, dengan menggabungkan unsur edukasi, pendampingan, kepedulian lingkungan, serta penguatan hubungan sosial masyarakat.
Agenda hari pertama difokuskan pada penguatan pengetahuan warga melalui penyuluhan pertanian dan penyuluhan peternakan serta Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah awal untuk memperkuat pemahaman masyarakat tentang pengelolaan potensi lokal, khususnya pada sektor yang selama ini menjadi sumber utama penghidupan warga Desa Matajang.
Setelah sesi edukasi, panitia melanjutkan program dengan penanaman pohon di lingkungan desa. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk respon terhadap isu kerusakan lingkungan yang semakin terasa, sekaligus menjadi ajakan kepada masyarakat untuk membangun kesadaran bersama dalam menjaga ekosistem. Penanaman pohon tidak hanya dipandang sebagai kegiatan simbolik, namun juga sebagai bagian dari investasi jangka panjang demi menjaga kualitas lingkungan hidup.
Rangkaian pengabdian kemudian diteruskan dengan pemberian suntikan vitamin pada hewan ternak milik masyarakat. Program ini bertujuan membantu menjaga kesehatan ternak, mengingat ternak merupakan aset ekonomi yang penting bagi banyak keluarga di desa. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pendekatan pencegahan untuk meminimalkan risiko penyakit dan mendukung produktivitas ternak.
Pada hari berikutnya, DPC KEPMI Bone Kecamatan Kahu turut mengunjungi Sekolah Dasar di Desa Matajang. Kegiatan ini menjadi bentuk perhatian terhadap sektor pendidikan, sekaligus memperkuat hubungan sosial antara mahasiswa, sekolah, dan masyarakat. Kunjungan tersebut membawa pesan bahwa pembangunan desa tidak bisa dilepaskan dari perhatian terhadap pendidikan dasar sebagai pondasi pembentukan generasi.
Sebagai penutup, rangkaian bakti sosial dimeriahkan dengan lomba tradisional yang melibatkan masyarakat. Selain mempererat kebersamaan, kegiatan ini juga menjadi ruang pelestarian budaya lokal agar tetap hidup dan diwariskan, terutama di tengah perubahan sosial yang terus berkembang.
Koordinator Stering kegiatan, Muhammad Ilham Hidayat, S.Pd, yang juga menjabat sebagai Dewan Pertimbangan Organisasi, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang agar tidak sekadar menjadi rutinitas, tetapi benar-benar memberi manfaat nyata.
“Secara keseluruhan, kegiatan bakti sosial ini memperlihatkan bahwa pengabdian masyarakat tidak harus selalu berskala besar, tetapi harus tepat sasaran, terstruktur, dan memberi dampak nyata. Melalui rangkaian program edukasi pertanian dan peternakan, aksi lingkungan, layanan kesehatan ternak, hingga kunjungan ke instansi pendidikan sekolah dasar, kami berharap kegiatan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Desa Matajang.”
Ia juga menekankan pentingnya pendampingan organisasi agar kegiatan pengabdian berjalan secara bertanggung jawab dan terukur.
“Sebagai Dewan Pertimbangan Organisasi, kami menekankan bahwa pengabdian tidak boleh hanya menjadi agenda seremonial atau sekadar menggugurkan program. Dukungan yang kami berikan kepada adik-adik diarahkan agar kegiatan ini berjalan dengan perencanaan yang matang, berbasis kebutuhan masyarakat, serta memiliki indikator hasil yang jelas. Meskipun waktunya singkat, pengabdian harus tetap terukur, relevan, dan mampu meninggalkan dampak yang dapat bermanfaat dan berkesan bagi masyarakat.”
Laporan : Mus Mulyadi













Komentar