oleh

Grand Opening LPK Institut Indonesia,Wakil Bupati Ambo Dalle : Siap Wujudkan( SDM) Yang Potensial dan Terampil


Admin | 29/09/22 | 09.04 WIB
Bacakan Stop

Topikinformasi.com – Bone Wakil Bupati Bone Drs H Ambo Dalle MM melakukan pengguntingan pita pada Grand Opening LPK Institut Indonesia yang terletak di Jalan Bali kabupaten Bone, Rabu (28/9/2022),

LPK Institut Indonesia adalah satu-satunya lembaga pendidikan yang akan memberi pengetahuan tambahan bagi pemuda ataupun tenaga kerja fomula untuk dijadikan Tenaga yang terampil dengan memliki kemampuan lebih setelah di bimbing oleh Institut Indonesia

Pendatanganan prasasti launching LPK institut indonesia

CEO LPK institut Indonesia Hj Cheriani dalam sambutannya mengatakan efek dari pasca pandemi covid 19 ini memberikan efek yang sangat luar biasa yang sangat fisignifikan terhadap kehidupan masyarakat dunia begitu pula Indonesia. Dampaknya terlihat terjadinya pelemahan ekonomi sehingga dampak terlihat pada dunia usaha dan dunia industri dan juga persaingan tenaga kerja sehingga timbulah masalah baru bagi kalangan remaja pekerja di PHK dan remaja putus sekolah tidak bisa melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.

Baca Juga:  Polsek Pammana Pengamanan Penyampaian Visi Dan Misi Calon Kades di Delapan Desa Sekecamatan Pammana

Sehingga perlu ada bekal bagaimana mereka memperoleh kehidupan yang lebih cerah di masa yang akan datang.

Dikatakanya lagi perkembangan industri yang cukup tinggi sehingga persaingan pekerja di perusahaan industri yang bergerak di bidang apa saja di seluruh segmen industri. Berangkat dari persoalan ini lembaga pelatihan kerja mestinya menjadi alternatif solution bagi angkatan kerja terutama lulusan pendidikan umum untuk meningkatkan keterampilan dan keahliannya yang sejalan dengan tuntutan dan persyaratan dunia kerja yang semakin selektif

“Untuk merubah mindset kita bagaimana melek terhadap teknologi dituntut untuk segera berbenah mengupgrade skill para SDM kita. Maka dari itu anak-anak muda kita perlu dan direskeling sehingga mereka memiliki kecakapan hidup keterampilan dan kompetensi yang produktif sejalan dengan berkembangnya teknologi,” ujarnya.

Informasi kebutuhan masyarakat akan pengetahuan teknologi kata Ketua Kadin Bone ini semakin meningkat dan terus berkembang, makanya kami dari LPK institut Indonesia melihat kira-kira bagaimana mereka berkompetisi di dalam dunia kerja, bagaimana mereka bisa mandiri, bagaimana mereka bisa siap dan memiliki kemampuan dalam memasuki dunia kerja dunia usaha dan dunia industri. Nah pertanyaan inilah sehingga menjadi dasar bagi kami teman-teman tim semua untuk bagaimana berupaya mendirikan lembaga pelatihan. LPK institusi Indonesia hadir sebagai mitra Pemerintah Kabupaten dalam menyiapkan tenaga kerja yang siap kerja terampil ahli produktif dan kompetensi di dunia usaha dan dunia instruksi.

Baca Juga:  Tim SAR Gabungan Berhasil Temukan Nelayan Tenggelam di Labotto, Begini Kondisinya

Dia juga menyampaikan bahwa LPK institut Indonesia ini menawarkan program kompetensi kerja yang ditujukan kepada pencari kerja. Pekerja buruh yang terkena pemutusan hubungan kerja dan para pekerja yang membutuhkan peningkatan kompetensi.

Jadi ada pembinaan berbahasa asing. Selain Bahasa Inggris ke depan kami juga akan membuka untuk pelajaran bahasa Jepang Korea dan Cina. Kami akan berkoordinasi dengan tim dengan tim pengajar ketika sudah ada, kami akan membuka itu karena melihat potensi. Ini menjadi tantangan kami dari LPK institut Indonesia untuk menghadirkan pelatihan yang mengarah kepada meningkatkan skill khususnya di bidang bahasa.

Wakil Bupati Bone Drs H Ambo Dalle MM mengatakan sekarang memang tidak boleh berpikir lokal. Kita bisa tinggal di Bone pikiran kita kemana-mana ini diwujudkan oleh ibu Cheriani.

Baca Juga:  Pangdam XlV/Hasanuddin Bersama Danrem 141/Toddopuli Kunjungi Maqam Assyeikh Al-Habib Jamaluddin Al Husein

Kehadiran lembaga ini betul-betul bisa membantu pemerintah daerah meningkatkan sumber daya manusia. Bahkan lembaga ini memang sudah lama kita nanti-nantikan bahkan pikiran kami di Bone ini perguruan tinggi yang ada di bawah ini yang begitu banyak ini juga harus merubah orientasi orientasi kita adalah pasar kerja kita tidak ingin lagi ada lulusan perguruan tinggi yang menganggur tidak punya lapangan kerja. Itu haram hukumnya, oleh karena itu orientasi kita ke depan adalah pasar kerja yaitu mempersiapkan anak Indonesia terutama anak Bonek
untuk bisa berkompetisi di pasar kerja bukan lagi pasar kerja Sulawesi tapi dunia*(ilo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *