oleh

Koalisi Perjuangan Pemuda Mahasiswa Makassar Turun ke Kejalan

Topikinformasi.com – Makassar Koalisi perjuangan pemuda mahasiswa (KPPM) melakukan unjuk rasa dijalan sultan Alauddin pukul 14:30 wita sampai 17:00 wita (jum’at, 03 september 2021)

adapun tuntutan yang disuarakan Hentikan PPKM (perberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) KPPM menganggap bahwa PPKM ini terjadi cacat administrasi atau hirarki perundang- undangan yang tidak jelas namun dalam penerapannya banyak tindakan respresif yang dilakukan oleh oknum yang ditugaskan untuk menertibkan kegiatan masyarakat, pada saat unjuk rasa KPPM melakukan orasi tiba tiba di represif dilakukan oleh pihak kepolisian

Dalam aksinya KPPM memboikot dua jalur Sultan Alauddin yang mengakibatkan kemacetan yang cukup panjang, 5 mobil kontainer dijadikan panggung orasi sekaligus menutup dua jalur jalanan.

Baca Juga:  ada Apa Bhabinkamtibmas Polsek Patimpeng Keliling Bersama Pemerintah Desa?

Dalam beberapa orator, mereka mengungkapkan bahwa KPPM menolak tegas PPKM sehingga harus di berhentikan karena tidak memperdulikan kebutuhan sandan dan pangan masyarakat, serta Vaksinasi sebagai syarat administrasi dianggap tidak lagi mencerminkan pemerintah yang cerdas karena dianggap mrlanggar UU No. 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik.

Jendral Lapangan Imran Fajar menegaskan bahwa “ketika PPKM tidak diberhentikan maka KPPM akan kembali melakukan aksi Demonstrasi dengan gerakan yang lebih massif”

“Tidak hanya PPKM, Vaksinasi yang dijadikan syarat administrasi melanggar hak asasi manusia juga UU No. 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik sehingga kami menolak keras hal ini sekaligus mengajak seluruh masyarakat indonesia untuk sama-sama menolak vaksinasi sebagai syarat administrasi”

Baca Juga:  Anggota Satlantas Polres Bone Tindak Pengemudi Mobil Pakai Pelat Nomor Palsu

“Aksi kami kali ini tentu akan terus berlanjut ketika tuntutan yang kami bawa tidak diterima oleh pemerintah Indonesia, diantaranya Hentikan PPKM, pulihkan Ekonomi dan Pendidikan, Tolak Vaksinasi sebagai syarat Administrasi dan Vaksinasi bukan jaminan kesehatan” tutupnya.

Aksi yang dilakukan KPPM dengan menutup dua ruas jalur mengakibatkan kemacetan yang begitu panjang selama 3 jam. Slaing gesek antara aparat kepolisian dengan massa aksi pun terjadi namun massa tetap bertahan dengan menutup dua jalur sampai jendral lapangan menutup dan membubarkan massa aksi yang ditandai pembacaan (Pernyataan Sikap). (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga