oleh

Genjot” Latihan Kemampuan, Batalyon C Pelopor Siap Amankan Pilkada Serentak 2020

-News-565 views

Bone – Topikinformasi.com Pemilihan Kepala Daerah ( Pilkada) Serentak 2020 akan segera digelar di seluruh Indonesia yakni tanggal 9 Desember 2020 mendatang. Menyikapi hal tersebut Senin (23/11/2020) Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel semakin giat meningkatkan latihan kemampuan baik itu kemampuan perorangan maupun kemampuan satuan.

Hal ini ditunjukkan selama 3 bulan terakhir Batalyon C Pelopor lebih fokus melaksanakan kegiatan latihan yang berkaitan dengan pengamanan Pilkada seperti latihan Penanggulangan Huru Hara ( PHH), latihan Anti Anarki dan latihan pengamanan VIP ( Very Important Person).

Terhitung ada tiga Kabupaten yang menjadi wilayah back up Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel dalam pengamanan Pilkada Serentak yang akan digelar tanggal 9 Desember 2020 mendatang. Tiga kabupaten tersebut adalah Kabupaten Soppeng, Kabupaten Bulukumba dan Kabupaten Selayar.

Baca Juga:  Untuk Apa Polsek Patimpeng Bentuk Posko Bola Ewako Di Setiap Desa?

Menurut keterangan dari Komandan Batalyon (Danyon) C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel Kompol Nur Ichsan, S.Sos., saat dikonfirmasi oleh awak media mengatakan salah satu unsur terpenting yang mendukung kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan Pilkada serentak adalah kesiapan dari para aparat keamanan dalam mengantisipasi gangguan Kamtibmas yang kapan saja bisa terjadi.

” Sebagai pasukan pemukul terakhir Polri, tentunya kami harus selalu siap menjaga kondusifitas Kamtibmas kapan pun dan dalam kondisi apapun demi kelancaran jalannya Pilkada Serentak mendatang. Wujud kesiapan ini kami tunjukkan dengan mengintensifkan latihan kemampuan agar personel semakin profesional dalam menjalankan tugasnya sebagai pelindung, pengayom dan pelayanan masyarakat,” ujar Nur Ichsan.

Danyon C Pelopor juga menambahkan jika latihan peningkatan kemampuan ini juga dilakukan untuk menghindari kesalahan prosedur penanganan gangguan kamtibmas yang berujung dengan terjadi pelanggaran HAM.

Baca Juga:  Dinas Kominfo dan Statistik Enrekang Ajak Sukseskan Sensus Penduduk 2020 Dengan Protokol Kesehatan Ketat

” Jadi disamping meningkatkan kemampuan baik itu kemampuan perorangan maupun satuan dalam mengamankan jalannya Pilkada Serentak yang akan datang, sebagai wujud dari Bhakti Brimob Untuk Masyarakat, latihan ini dilaksanakan agar personel lebih profesional dalam bertindak mengatasi gangguan Kamtibmas yang akan dihadapi sehingga tidak terjadi kesalahan prosedur dalam penanganannya yang pada akhirnya dapat meminimalisir adanya korban dan pelanggaran HAM,” tambah Danyon yang akrab dengan sapaan “ Danyon Tindizz” ini.

Sementara itu di tempat terpisah Komandan Satuan Dansat Brimob Polda Sulsel Kombes Pol. Muhammad Anis, P.S., S.I.K., M.Si. menjelaskan bahwa Satbrimob Polda Sulsel telah mematangkan persiapannya dalam menghadapi Pilkada Serentak 2020.

” Jadi untuk Satbrimob Polda Sulsel, kami telah mematangkan persiapan untuk menghadapi Pilkada Serentak tahun 2020, sambil menunggu pergeseran pasukan ke kabupaten dan kota yang akan melangsungkan pemilihan kepala daerah, Batalyon dan Detasemen Jajaran Satbrimob Polda Sulsel juga rutin mengasah kembali kemampuan-kemampuan personel melalui kegiatan latihan rutin untuk memaksimalkan kelancaran dan kesuksesan jalannya Pilkada Serentak sebagai wujud implementasi dari Bhakti Brimob Untuk Indonesia,” pungkas Kombes Pol. Muhammad Anis. (Carlos)

Baca Juga:  Dampak Pilkades Beberapa Kelompok Tani di Kec. tellusiattingnge Mengeluh Tidak Dapat Jatah Pupuk Dari PengecerBONE - Infobanua .co.id Pilkades 2021 untuk kab. Bone tinggal menghitung hari saat ini para calon sedang melakukan sosialisasi, dengan cara mereka masing masing namun terkadang ditemukan dengan cara cara yang seharusnya tak harus dilakukan.Hasil Informasi yang di himpun dari beberapa kelompok tani di 2 desa yakni desa lanca dan desa lappae kec. Tellusiattingnge kab. Bone Ternyata salah satu calon kades di lanca diduga lakukan penyalahgunaan bantuan pupuk yang tersalurkan kepetani tetapi tidak melalui kelompok tani justru langsung pengecer. Kemudian pengecer memberikan ke petani yg diduga untuk mendukungx di pilkades mendatang .Dan ironisnya petani yang tidak mendukungnya justru mendukung calon lain tdk mendapatkan pupuk."Memang ada indikasi penyaluran pupuk terjadi penyimpangan tdk melalui kelompok tani tapi langsung ke petani yg diduga pendukung pengecer yg masuk calon kep.desa lanca" ungkap Mansur kelompok tani majang saat dimintai keterangannya Jika ini benar terjadi , jelas sangat merugikan masyarakat dan tidak per dalam persaingan Pilkades . Bisa ditebak akan ada sengketa karena beda pendapat antara pihak yang merasa dirugikan dengan pihak yang dianggap merugikanMaka diharapkan kepada pihak terkait atau panitia pelaksana Pilkades hendaknya melakukan langkah2 preventip sebelum Pilkades berlangsung 18.Nov 2021 (A.Ida)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *