oleh

Ketua Hidmat Muslimat NU Bone Dr. Sarifa Suhra Membawakan Hikmah Maulid di Majelis Taklim Al-Ansor

-News-1,417 views

BONE, Topikinformasi.com– Ketua Hidmat Muslimat NU Bone Dr. Sarifa Suhra, S.Ag, M.Pd.I membawakan hikmah Maulid Nabi Muhammad saw di Majelis Taklim binaan yakni Majelis Taklim Al-Ansor Watampone bertempat di Masjid kompleks Griya Darussalam Assorajange Watampone, Kamis 29 Oktober 2020 ba’da shalat Magrib.

Sebelum acara dimulai, semua jamaah yang ingin masuk dalam Masjid dibagikan masker dan disemprotkan hand sanitaizer, jadi pelaksanaan Maulid ini tetap mengikuti protokol kesehatan.

Acara dimulai dengan pembacaan ayat Al-Qur’an oleh Rosalinda mahasiswi IAIN Bone pengurus FKMA (Forum Komunikasi Mahasiswa dan Alumni Ponpes As’adiyah), dilanjutkan dengan penampilan shalawat yang memukau para hadirin dibawakan pengurus Majelis Taklim Al-Ansor yang baru terbentuk yang dipimpin langsung Ketua Majelis Taklim Sarifa Nursabaha, M.Pd. acara ini diisi sambutan Ketua Pembangunan Masjid Ustadz Abubakar, M.Pd. lalu hikmah Maulid dan Do’a Ketua Hidmat Muslimat NU Bone.

Hadir pula juga sejumlah tokoh termasuk ustadzah pembina Majelis Taklim Dr. Samsinar, S.Ag, M.Hum dan warga setempat yang didominasi pasangan keluarga yang masih muda usia perkawinannya sehingga tak ketinggalan anak kecil banyak hadir dan uniknya anak anak tersebut umumnya dipangku oleh ayahnya meskipun anaknya perempuan.

Baca Juga:  Mantap. Rukan Bhabinkamtibmas Kini Dilengkapi Perpustakaan Mini. Ini Harapan Brigpol Andi Parakkasi

Fenomena ini menarik perhatian bagi Dr. Sarifa Suhra selaku pembawa hikmah maulid sehingga memberikan apresiasi khusus bagi kaum ayah yang setia mendidik dan merawat anak bersama-sama istrinya.

Dalam ceramahnya Ketua Himpunan Da’iyah dan Majelis Taklim Muslimat NU tersebut menghimbau, “Agar semua jama’ah mengikuti keteladanan yang dicontohkan Nabi Muhammad saw terutama pentingnya memperkokoh pondasi kehidupan keluarga karena hanya keluarga yang sehat saling mencintai Sakinah Mawaddah Warahmah mampu melahirkan anak shaleh yang dapat menjadi kebanggaan di dunia dan penyebab orang tuanya masuk surga,” Jelasnya

Lebih lanjut Kaprodi PAI Pascasarjana IAIN Bone itu juga mengatakan, “Bahwa pola relasi antara rumah tangga zaman dulu dengan zaman modern sangat berbeda, dimana orang dulu sistem pembagian kerjanya suami mencari nafkah, sedangkan isteri hanya urus 3 R yaitu dapuR, sumuR dan kasuR. Akan tetapi keluarga modern pembagian kerjanya cenderung semua dilakukan bersama yakni bersama cari nafkah dan bersama pula urus keluarga karenanya harus dibangun saling pengertian antara suami isteri agar tercipta kekompakan dan terhindar dari pertikaian yang berujung perceraian. Banyak faktor pemicu perceraian terutama dimasa pandemi Covid 19 yakni faktor ekonomi akibat turun drastisnya daya beli masyarakat, maka pekerja di sektor industri dan perusahaan swasta banyak mengalami PHK akibatnya stres, depresi, KDRT hingga terjadi perceraian,” Terangnya

Baca Juga:  Dampak Pilkades Beberapa Kelompok Tani di Kec. tellusiattingnge Mengeluh Tidak Dapat Jatah Pupuk Dari PengecerBONE - Infobanua .co.id Pilkades 2021 untuk kab. Bone tinggal menghitung hari saat ini para calon sedang melakukan sosialisasi, dengan cara mereka masing masing namun terkadang ditemukan dengan cara cara yang seharusnya tak harus dilakukan.Hasil Informasi yang di himpun dari beberapa kelompok tani di 2 desa yakni desa lanca dan desa lappae kec. Tellusiattingnge kab. Bone Ternyata salah satu calon kades di lanca diduga lakukan penyalahgunaan bantuan pupuk yang tersalurkan kepetani tetapi tidak melalui kelompok tani justru langsung pengecer. Kemudian pengecer memberikan ke petani yg diduga untuk mendukungx di pilkades mendatang .Dan ironisnya petani yang tidak mendukungnya justru mendukung calon lain tdk mendapatkan pupuk."Memang ada indikasi penyaluran pupuk terjadi penyimpangan tdk melalui kelompok tani tapi langsung ke petani yg diduga pendukung pengecer yg masuk calon kep.desa lanca" ungkap Mansur kelompok tani majang saat dimintai keterangannya Jika ini benar terjadi , jelas sangat merugikan masyarakat dan tidak per dalam persaingan Pilkades . Bisa ditebak akan ada sengketa karena beda pendapat antara pihak yang merasa dirugikan dengan pihak yang dianggap merugikanMaka diharapkan kepada pihak terkait atau panitia pelaksana Pilkades hendaknya melakukan langkah2 preventip sebelum Pilkades berlangsung 18.Nov 2021 (A.Ida)

“Karena itulah kaum ibu harus jeli menangkap peluang usaha agar membantu mengokohkan ekonomi keluarga, namun iman harus dijaga dimanapun kita berada. isteri yang bekerja harus menjaga diri dan berterimakasih pada suaminya karena telah diberi izin bekerja, sementara suami harus mengerti dan saling meringankan beban ketika isteri bekerja. keterlibatan suami mengurus rumah tangga telah dicontohkan Rasulullah saw pada masa hidupnya bukan hanya diinformasikan dalam kitab Barazanji, namun juga banyak matan Hadis yang menginformasikannya,” Tambahnya

“Persatuan itu dibina dari kelompok terkecil yakni keluarga lalu berkembang dalam lingkungan masyarakat hingga skopnya luas hingga Baldatun Tayyibatun Warabbun Ghafur dapat terwujud. kegagalan dalam keluarga dapat menjadi pemicu keretakan yang lebih luas dan tidak menutup kemungkinan pemerintah kesulitan mengatasinya. Maka tugas kita adalah merawat persatuan jangan sampai ternodai kepentingan sesaat,” Tutup Ketua Hidmat Muslimat NU Bone Dr. Sarifa Suhra.

Baca Juga:  Antisipasi Aksi Teror, Batalyon C Pelopor Gelar Apel Kesiapsiagaan dan Patroli Skala Besar

Sekedar diketahui, diakhir ceramah Ketua Hidmat Muslimat NU Bone itu. Beliau mengajak hadirin bersalawat dan diikuti semua jama’ah termasuk anak-anak bahkan sangat antusias. (888)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *