oleh

Kita Merdeka

-News-386 views
Catatan Pinggir:
 Bahtiar Parenrengi

Bone, Topikinformasi.com Pelaksanaan HUT republik Indonesia, 17 Agustus 2020 lain dari biasanya. Tak ada lagi Upacara Penaikan Bendera semeriah yang sebelumnya. Tak kita liat lagi, bagaimana putra putri terbaik kita tampil dengan semangat. Tampil dengan penuh wibawa mengerek bendera pusaka, Merah Putih.

Kali ini lain. Jauh dari kebiasaan sebelumnya. Jauh dari suasana perekrutan dan latihan berbulan-bulan.

(*)

Kali ini menjadi lain. Tak ada lagi keluarga para pasukan pengibar bendera yang hadir dilapangan untuk menyaksikan putra-putrinya. Tak ada lagi wajah pucat dan tegang melihat detik-detik pengibaran Sangsaka Merah Putih dikibarkan.

Tak ada lagi. Karena di HUT RI ke 75 Th ini, kita masih diliputi suasana yang belum stabil. Suasana dimana virus Covid 19 masih menjadi momok. Kita masih cemas.

Baca Juga:  Dampak Pilkades Beberapa Kelompok Tani di Kec. tellusiattingnge Mengeluh Tidak Dapat Jatah Pupuk Dari PengecerBONE - Infobanua .co.id Pilkades 2021 untuk kab. Bone tinggal menghitung hari saat ini para calon sedang melakukan sosialisasi, dengan cara mereka masing masing namun terkadang ditemukan dengan cara cara yang seharusnya tak harus dilakukan.Hasil Informasi yang di himpun dari beberapa kelompok tani di 2 desa yakni desa lanca dan desa lappae kec. Tellusiattingnge kab. Bone Ternyata salah satu calon kades di lanca diduga lakukan penyalahgunaan bantuan pupuk yang tersalurkan kepetani tetapi tidak melalui kelompok tani justru langsung pengecer. Kemudian pengecer memberikan ke petani yg diduga untuk mendukungx di pilkades mendatang .Dan ironisnya petani yang tidak mendukungnya justru mendukung calon lain tdk mendapatkan pupuk."Memang ada indikasi penyaluran pupuk terjadi penyimpangan tdk melalui kelompok tani tapi langsung ke petani yg diduga pendukung pengecer yg masuk calon kep.desa lanca" ungkap Mansur kelompok tani majang saat dimintai keterangannya Jika ini benar terjadi , jelas sangat merugikan masyarakat dan tidak per dalam persaingan Pilkades . Bisa ditebak akan ada sengketa karena beda pendapat antara pihak yang merasa dirugikan dengan pihak yang dianggap merugikanMaka diharapkan kepada pihak terkait atau panitia pelaksana Pilkades hendaknya melakukan langkah2 preventip sebelum Pilkades berlangsung 18.Nov 2021 (A.Ida)
            ***

Kemerdekaan tentu tak diukur oleh seberapa meriah kita melaksanakan acara seremonial. Tentu tak ditakar dengan banyaknya mata acara menyambut dan memeriahkan HUT kemerdekaan RI.

Kemerdekaan juga tak diukur dengan seberapa meriah kita melaksanakan upacara penaikan dan penurunan Bendera Merah-Putih. Bukan. Bukan pula seberapa banyak penonton yang hadir menyaksikan upacara tersebut.

Bukan. Bukan semua itu. Seremonial hanyalah bentuk kegembiraan kita. Sebagai warga negara, kita wajib bergembira (sorak-sorak bergembira, bergembira semua) . Gembira karena kita tak dijajah lagi.

Gembira karena kita kembali diingatkan bahwa dulu kita pernah berjuang dan menang. Bukti kemenangan itulah yang di proklamirkan sebagai wujud Kemerdekaan sebuah negara.

Merdeka yang diharapkan, tentu dalam bentuk seluas-luasnya. Seperti dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dijelaskan bahwa “mer·de·ka /merdéka/ a 1 bebas (dari perhambaan, penjajahan, dan sebagainya); berdiri sendiri: sejak proklamasi tanggal 17 Agustus 1945 itu, bangsa kita sudah –; 2 tidak terkena atau lepas dari tuntutan: — dari tuntutan penjara seumur hidup; 3 tidak terikat, tidak bergantung kepada orang atau pihak tertentu”.

Baca Juga:  Polda Sulsel Ungkap Transaksi 1 Kg Sabu Di Gowa, Bermodus Salah Alamat Dan Titip Paket Di Pos Security
            ***

Memasuki bulan Agustus, lagu perjuangan mengalun dimana-mana. Terdengar syahdu dan menyuntikkan rasa heroik dan kecintaan tanah air.

Diradio atau dimedia TV pun terdengar lagu
yang memberi semangat perjuangan.
Mulai lagu 17 Agustus Tahun 45 itulah hari kemerdekaan kita, hingga lagu sorak-sorak bergembira, diputar berulang.

Hut Kemerdekaan yang ke 75 Tahun di tahun 2020 ini, menjadi momentum perjuangan bagi kita semua. Di tahun ini kita berjuang mengalahkan Virus Covid 19. Kita berjuang agar keluar dari suasana dari ketidak bebasan merayakan hari kegembiraan, Indonesia merdeka, Republik Indonesia, Itulah hak milik kita, Untuk slama lamanya…..

Sorak-sorak bergembira, Bergembira semua, sudah bebas negeri kita, Indonesia merdeka. Dan kita harus terus berjuang, termasuk berjuang dari kesehatan. Ayo maju. Seperti thema HUT RI 75 Th, Indonesia Maju. Ayo Maju… Maju karena Kita Merdeka. Bukan tak maju-maju.

Baca Juga:  Inovatif dan Kreatif, Kabag PH Kanwil Puji Inovasi Layanan Publik dan Layanan Terpadu Rutan Enrekang

(Bahtiar Parenrengi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *