oleh

Mengenal Kearifan Lokal Suku Kajang, Hasil Penelitian Lapangan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia UNIM Bone

-Berita, Budaya-49 views

Topikinformasi.com – Bulukumba – Penelitian lapangan yang dilaksanakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Bone (UNIM Bone) pada 4 / 5 Juli 2026 di Kawasan Adat Kajang, Kabupaten Bulukumba, memberikan gambaran mengenai kuatnya kearifan lokal yang masih dijaga oleh masyarakat adat hingga saat ini. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi langsung serta wawancara dengan Yusuf, pemandu Kawasan Adat Kajang.

Berdasarkan hasil pengamatan, masyarakat Kajang tetap mempertahankan berbagai tradisi yang diwariskan oleh leluhur. Setiap pengunjung diwajibkan melepas alas kaki sebelum memasuki kawasan adat sebagai bentuk penghormatan terhadap aturan yang berlaku. Selain itu, masyarakat masih menggunakan bahasa Konjo dalam kehidupan sehari-hari serta menjadikan Pasanre Kajang sebagai pedoman yang memuat pesan dan nilai-nilai kehidupan.

Dari hasil wawancara, Yusuf menjelaskan bahwa kehidupan masyarakat Kajang berlandaskan tiga sistem hukum, yaitu hukum adat, hukum agama, dan hukum negara. Ketiga sistem tersebut berjalan berdampingan dan menjadi dasar dalam menjaga ketertiban, keamanan, serta keharmonisan kehidupan masyarakat.

Baca Juga:  Pulihkan Psikologi Anak Korban Gempa Selayar, Brimob Sulsel Lakukan Trauma Healing

Penelitian ini juga menemukan bahwa berbagai kesenian tradisional, seperti Tope Leleng, Awaru, Akelong Jaga, Apasing, dan Akelong Basing masih terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Kajang. Tradisi gotong royong juga tetap menjadi budaya yang kuat dalam berbagai aktivitas sosial.

Selain aspek budaya, kepedulian masyarakat terhadap kelestarian hutan adat menjadi salah satu temuan penting. Hutan dijaga melalui aturan adat yang ketat karena berfungsi sebagai sumber mata air dan penopang kehidupan masyarakat. Filosofi pakaian hitam dan putih yang dikenakan warga melambangkan kejujuran dan kesucian sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.

Melalui penelitian lapangan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman nyata dalam memahami hubungan antara bahasa, budaya, dan kehidupan masyarakat adat. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan pembelajaran berbasis kearifan lokal sekaligus mendorong pelestarian budaya daerah sebagai bagian dari kekayaan bangsa Indonesia. (*)

Baca Juga:  Pelantikan Pengurus Kecamatan PMI Kabupaten Bone Masa Bakti 2025-2030

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *