oleh

Koalisi Perjuangan Pemuda Mahasiswa Melakukan Unjuk Rasa di MAPOLDA SUL-SEL.

-News-438 views

Topikinformasi.com – Makassar Dalam memperingati hari HAM sedunia bertepatan jum’at 10 desember 2021,KPPM (koalisi perjuangan pemuda mahasiswa) melakukan unjuk rasa di depan MAPOLDA SUL-SEL sebagai salah satu instansi yang berwenang dalam tindak pidana korupsi dan tindakan represif yang dilakukan oleh oknum kepolisian terhadap salah satu kader KPPM.
Dalam orasinya Anugrah Abadi selaku Jendral lapangan juga menegaskan bahwa” dalam momentum hari hak asasi manusia (HAM) sedunia, kami melihat bahwa integritas kapolda sulsel itu tidak ada lagi karena banyaknya pelanggaran Ham yang terjadi di sulsel terkhusus kepada massa demonstran”.

Kemudian di tegaskan kembali bahwa kami datang ke Mapolda sulsel dengan membawa tuntutan, Tuntaskan Kasus Represif Aparat Kepolisian Kepada Kader KPPM,
Tuntaskan kasus indikasi korupsi pembangunan Rest Area Sidrap, Tuntaskan kasus indikasi korupsi belanja makanan dan minuman di sekretariat DPRD Provinsi Sul-Sel,
Mendesak kapolda sul-sel membuat MOU untuk tidak melakukan represif kepada massa aksi.

Dalam aksinya KPPM didepan Mapolda sulsel menggunakan mobil truk sebagai mimbar orasinya yang menyebabkan kemacetan panjang di depan Mapolda sulsel.

Baca Juga:  Andi Muh Salam Expo APKLI Planet Cinema K5 Bone Fair 2021 Perlu Dilanjutkan

Setelah beberapa lama, massa melakukan audensi dengan pihak kepolisian, dalam audensinya massa dijanji akan dipertemukan dengan pihak terkait pada hari senin.

Setelah melakukan aksi, sekitaran pukul 16: 00 Wita massa aksi bergeser ke jalan sultan alauddin makassar (kampus 1 uinam)

Massa aksi kembali menutup satu ruas jalur di depan kampus 1 uinam, namun tindakan represif kemudian diterima oleh massa. Pihak kepolisian baku dorong dan tarik menarik dengan massa aksi sehingga terjadi kericuhan.

Dalam kericuhan tersebut banyak massa aksi yang hampir di amankan oleh pihak kepolisian dan semakin lama aparat kepolisian semakin represif.

Massa aksi akhirnya bubar pukul 17:30 wita, dan menutup hari hak asasi manusia (HAM) sedunia dengan semangat dan berjanji akan kembali menuntut hak setiap rakyat.

Baca Juga:  Dampak Pilkades Beberapa Kelompok Tani di Kec. tellusiattingnge Mengeluh Tidak Dapat Jatah Pupuk Dari PengecerBONE - Infobanua .co.id Pilkades 2021 untuk kab. Bone tinggal menghitung hari saat ini para calon sedang melakukan sosialisasi, dengan cara mereka masing masing namun terkadang ditemukan dengan cara cara yang seharusnya tak harus dilakukan.Hasil Informasi yang di himpun dari beberapa kelompok tani di 2 desa yakni desa lanca dan desa lappae kec. Tellusiattingnge kab. Bone Ternyata salah satu calon kades di lanca diduga lakukan penyalahgunaan bantuan pupuk yang tersalurkan kepetani tetapi tidak melalui kelompok tani justru langsung pengecer. Kemudian pengecer memberikan ke petani yg diduga untuk mendukungx di pilkades mendatang .Dan ironisnya petani yang tidak mendukungnya justru mendukung calon lain tdk mendapatkan pupuk."Memang ada indikasi penyaluran pupuk terjadi penyimpangan tdk melalui kelompok tani tapi langsung ke petani yg diduga pendukung pengecer yg masuk calon kep.desa lanca" ungkap Mansur kelompok tani majang saat dimintai keterangannya Jika ini benar terjadi , jelas sangat merugikan masyarakat dan tidak per dalam persaingan Pilkades . Bisa ditebak akan ada sengketa karena beda pendapat antara pihak yang merasa dirugikan dengan pihak yang dianggap merugikanMaka diharapkan kepada pihak terkait atau panitia pelaksana Pilkades hendaknya melakukan langkah2 preventip sebelum Pilkades berlangsung 18.Nov 2021 (A.Ida)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *