oleh

Kabid Humas Polda Sulsel Pimpin Press Release Pengungkapan 40 Kg Shabu dan 4.000 Butir Ekstasi

-Makassar, News-353 views

Topikinformasi.com – Makassar Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol E.Zulpan melaksanakan kegiatan Press Release Pengungkapan 40 Kg Narkotika jenis Shabu dan 4.000 Butir Extacy yang diungkap oleh aparat Ditresnarkoba Polda Sulsel.

Dalam kegiatan press release tersebut Kabid Humas Polda Sulsel didampingi Wadir Narkoba Polda Sulsel dan Kasubdit Penmas Polda Sulsel, Kamis (26/08/2021) di Ruang Lobby Mapolda Sulsel

E. Zulpan menjelaskan pengungkapan berawal dari laporan informasi penyelidikan Timsus Ditresnarkoba Polda Sulsel, tentang adanya peredaran gelap Narkotika di wilayah Kota Makassar

“Awalnya Timsus menangkap Pelaku RL, Rabu (25/08), di salah satu hotel di Makassar dan dari hasil interogasi diketahui, akan ada transaksi narkotika di salah satu hotel lainnya,”papar E.Zulpan

Baca Juga:  Korem 141/Toddopuli Menggelar Kegiatan Bakti Sosial Donor Darah Dalam Rangka Hari Juang TNI AD TA.2020 dan HUT Korem 141/Tp ke-64

Kemudian, lanjut E.Zulpan, Timsus yang dipimpin langsung Dirresnarkoba Polda Sulsel Kombes Pol La Ode Aries Elfatar didampingi oleh Kanit Timsus Kompol Rafiuddin selanjutnya melakukan pengembangan dan berhasil menangkap SY(37) seorang Sopir Truk, warga Jl Gang Mulia, Kec. Sungai Jinga Banjar Utara, Kalsel dan JA (24) warga Makassar.

Selanjutnya, kata E.Zulpan ,saat aparat menangkap SY(37), juga ditemukan dalam penguasaannya pada sebuah kamar hotel barang bukti berupa 1 tas koper berisi 30 bungkus shabu, 1 bungkus extacy berisi 2.000 butir, dan barang bukti lainnya berupa Hp dan Mobil

Dikatakannya lagi, dari interogasi terhadap SY(37), diketahui masih ada barang bukti berupa shabu dirumahnya Kompleks Griya Harapan Pampang, Makassar, sehingga pada saat itu juga Timsus Ditresnarkoba Polda Sulsel melakukan penggeledahan pada rumah tersebut dan kembali ditemukan 10 bungkus shabu, 1 bungkus extacy berisi 2.000 butir. dan juga diamankan sebuah Mobil Truk

Baca Juga:  Dampak Pilkades Beberapa Kelompok Tani di Kec. tellusiattingnge Mengeluh Tidak Dapat Jatah Pupuk Dari PengecerBONE - Infobanua .co.id Pilkades 2021 untuk kab. Bone tinggal menghitung hari saat ini para calon sedang melakukan sosialisasi, dengan cara mereka masing masing namun terkadang ditemukan dengan cara cara yang seharusnya tak harus dilakukan.Hasil Informasi yang di himpun dari beberapa kelompok tani di 2 desa yakni desa lanca dan desa lappae kec. Tellusiattingnge kab. Bone Ternyata salah satu calon kades di lanca diduga lakukan penyalahgunaan bantuan pupuk yang tersalurkan kepetani tetapi tidak melalui kelompok tani justru langsung pengecer. Kemudian pengecer memberikan ke petani yg diduga untuk mendukungx di pilkades mendatang .Dan ironisnya petani yang tidak mendukungnya justru mendukung calon lain tdk mendapatkan pupuk."Memang ada indikasi penyaluran pupuk terjadi penyimpangan tdk melalui kelompok tani tapi langsung ke petani yg diduga pendukung pengecer yg masuk calon kep.desa lanca" ungkap Mansur kelompok tani majang saat dimintai keterangannya Jika ini benar terjadi , jelas sangat merugikan masyarakat dan tidak per dalam persaingan Pilkades . Bisa ditebak akan ada sengketa karena beda pendapat antara pihak yang merasa dirugikan dengan pihak yang dianggap merugikanMaka diharapkan kepada pihak terkait atau panitia pelaksana Pilkades hendaknya melakukan langkah2 preventip sebelum Pilkades berlangsung 18.Nov 2021 (A.Ida)

” Jadi dalam pengungkapan imi secara keseluruhan ,aparat Ditresnarkoba Polda Sulsel berhasil menggagalkan peredaran 40 Kg Shabu dan 4.000 Butir extacy ” jelas E .Zulpan

Kabid Humas Polda Sulsel juga mengungkapkan pelaku SY(37) sudah bekerja sebagai kurir shabu sejak awal bulan Maret 2021, dan melakukan pengantaran shabu dalam sebulan sebanyak 1 sampai 2 kali.

Dalam kesempatan itu Kabid Humas juga mengatakan pengungkapan 40 Kg Shabu dan 4.000 Butir Ecstassy di Makassar sangat diapresiasi Kapolda Sulsel Irjen Pol Drs . Merdisyam

E.Zulpam menyampaikan harapan Kapolda Sulsel agar kasus ini diusut hingga tuntas, dengan memburu pelaku pelaku lain yang terlibat.

Diakhir keterangannya, E.Zulpan mengatakan para pelaku cukup bukti melakukan tindak pidana dengan cara menawarkan untuk dijual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan 1 dan atau memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan 1 jenis shabu, dan atau percobaan permufakatan jahat tindak pidana narkotika golongan 1 jenis shabu dan extacy, sebagaimana dimaksud dalam pasal 114 ayat (2) subs pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1), Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (*)

Baca Juga:  Tripika Kecamatan Sibulue Hadir Sekaligus Mengontrol Pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1442 H di Masjid Raya Istiqbal Kecamatan Sibulue.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *