oleh

Dari Gerbang Pelabuhan Pamatata Menelusur Pantai Hingga Gua Alam

-News-73 views

Topikinformasi.com – Selayar Pamatata merupakan pintu gerbang keluar masuk utama di sisi sebelah utara Ibukota Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar Sulawesi Selatan yang dirintis dan dibangun kali pertama oleh pemerintah melalui Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI) sebagai salah satu jalur aksesibilitas perhubungan laut untuk menghubungkan Kabupaten Bulukumba dengan Kabupaten Selayar.

Daya ukung sumber daya alam (SDA) pantai berpasir putih dan panorama tebing yang ditumbuhi oleh keanekaragaman tumbuhan hijau nan asri menempatkan Pamatata sebagai salah satu titik lokasi strategis pengembangan sektor pariwisata.

Kemilau pesona biru air laut, bak cahaya permata menyempurnakan khasanah kekayaan potensi wisata bahari Desa Pamatata.

Sementara deretan perahu tradisional nelayan yang berjejer rapi di hampir sepanjang bibir pantai, seolah menyiratkan simbol dan menjadi saksi bisu penyematan predikat kabupaten maritim pada penamaan Kabupaten Kepulauan Selayar.

Baca Juga:  Penutupan TMMD Ke-112 Ta. 2021 Kodim 1422/Maros, Ini yang Dikatakan Danrem 141/Tp yang Dibacakan oleh Kasiter kasrem 141/Tp

Kekayaan sumberdaya alam (SDA) pesisir, tergambar sangat jelas dari keragaman bentuk dan ukuran perahu nelayan tradisional yang berderet di sepanjang pesisir pantai Pamatata.

Salah satunya, bahkan sengaja dirancang dan didesign menyerupai bangunan rumah perahu.

Perahu yang dulu banyak digunakan dan dimanfaatkan sebagai rumah tempat tinggal oleh komunitas warga nelayan dari suku terasing atau etnis manusia laut.

Mereka adalah komunitas suku Banjo atau yang dalam dialek Bahasa Selayar kerap diistilahkan dengan sebutan, to ri je’ne.

Komunitas warga nelayan yang sepenuhnya menggantungkan rezeki dan roda kehidupan keluarga dari hasil melaut.

Sebuah penguatan nilai dan eksistensi, terhadap letak geographys Kabupaten Selayar yang diapit dan dikelilingi oleh kurang lebih seratus dua puluh tiga buah gugusan pulau kosong, dan berpenghuni.

Baca Juga:  Jalin Sinergitas Melalui Gowes, Ini Yang Dilakukan Batalyon C Pelopor Bersama BPN Kabupaten Bone

Letak strategis ibukota Desa Pamatata yang berada tepat di jalan poros pelabuhan ferry, turut ditunjang oleh keberadaan lokasi situs peninggalan sejarah menyerupai makam tua, berbentuk badan perahu.

Situs penanda titik lokasi karamnya kapal raksasa tak berawak yang ratusan tahun silam, terdampar di pesisir pantai Pamatata dan oleh masyarakat setempat diyakini sebagai kapal milik Sawerigading.

Lokasi situs yang belakangan banyak dl diziarahi dan dijadikan sebagai tempat mencari wangsit oleh berbagai komponen masyarakat, baik dari dalam, maupun luar Selayar.

Kehadiran peziarah ditandai oleh ceceran daun pandan dan bekas-bekas sesajen di sekitar lokasi.

Tak jauh dari lokasi dimaksud, ditemui sebuah lubang mirip bibir sumur yang juga diperkirakan sebagai tinggalan situs cagar budaya.

Baca Juga:  Dampak Pilkades Beberapa Kelompok Tani di Kec. tellusiattingnge Mengeluh Tidak Dapat Jatah Pupuk Dari PengecerBONE - Infobanua .co.id Pilkades 2021 untuk kab. Bone tinggal menghitung hari saat ini para calon sedang melakukan sosialisasi, dengan cara mereka masing masing namun terkadang ditemukan dengan cara cara yang seharusnya tak harus dilakukan.Hasil Informasi yang di himpun dari beberapa kelompok tani di 2 desa yakni desa lanca dan desa lappae kec. Tellusiattingnge kab. Bone Ternyata salah satu calon kades di lanca diduga lakukan penyalahgunaan bantuan pupuk yang tersalurkan kepetani tetapi tidak melalui kelompok tani justru langsung pengecer. Kemudian pengecer memberikan ke petani yg diduga untuk mendukungx di pilkades mendatang .Dan ironisnya petani yang tidak mendukungnya justru mendukung calon lain tdk mendapatkan pupuk."Memang ada indikasi penyaluran pupuk terjadi penyimpangan tdk melalui kelompok tani tapi langsung ke petani yg diduga pendukung pengecer yg masuk calon kep.desa lanca" ungkap Mansur kelompok tani majang saat dimintai keterangannya Jika ini benar terjadi , jelas sangat merugikan masyarakat dan tidak per dalam persaingan Pilkades . Bisa ditebak akan ada sengketa karena beda pendapat antara pihak yang merasa dirugikan dengan pihak yang dianggap merugikanMaka diharapkan kepada pihak terkait atau panitia pelaksana Pilkades hendaknya melakukan langkah2 preventip sebelum Pilkades berlangsung 18.Nov 2021 (A.Ida)

Sebaran situs tinggalan cagar budaya yang terdiri atas lokasi eks benteng pertahanan, gua alam, situs makam tua, dan bekas tapak kaki ulama, semua bisa di jumpai di sekitar area Pelabuhan Pamatata. (Andi Fadly Dg. Biritta)

(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *