oleh

Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Pelaksaan Vaksin 2.101 Personel di Polda Jatim

Topikinformasi.com-Bone Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melanjutkan kunjungannya dari Semarang, Jawa Tengah menuju Surabaya, Jawa Timur. Di Mapolda Jawa Timur, Panglima dan Kapolri melihat pelaksaan vaksin 2.101 personel TNI-Polri.
 
Keduanya juga mendapat penjelasan dari petugas gugus vaksin bahwa di Jawa Timur saat ini tidak ada lagi zona merah Covid-19 tapi semua sudah beralih ke zona hijau. Acara kemudian dilanjutkan tatap muka dengan para kapolres dan dandim se Jawa Timur. Panglima mengatakan meskipun anggota atau masyarakat sudah vaksin namun tetap harus mematuhi protokol kesehatan yang ketat. “Bahwa sinergitas TNI-Polri yang kuat akan membuat masyarakat patuh dalam penggunaan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan,” kata Panglima.
 
Sementara Kapolri Jenderal Polisi LIstyo Sigit Prabowo mengapresiasi atas pelaksanaan 3T (tracing, testing dan treatment) yang membuat Jawa Timur menjadi zoma hijau. “Sebentar lagi akan memasuki bulan Ramadan dan Lebaran, kalau pulang mudik sebaikan sudah vaksin dan kalau belum melaporkan ke posko PPKM Mikro dan Kampung Tangguh,” katanya.
 
Kegiatan selanjutnya, Panglima dan Kapolri melihat inovasi yang dilakukan Polda Jawa Timur. Seperti ETLE, ujian teori SIM, perpanjangan SIM online, pelayanan publik ramah disabilitas.  Acara ditutup dengan peresmian Masjid Al-Ikhlas Polresta Sidoarjo, Masjid Rofiqul Ummah Polres Pasuruan, lapangan tenis Presisi Polda Jatim, Kantor Satpas SIM Polres Sumenep dan Kantor Satpas SIM Polres Bojonegoro secara virtual.

Baca Juga:  Dampak Pilkades Beberapa Kelompok Tani di Kec. tellusiattingnge Mengeluh Tidak Dapat Jatah Pupuk Dari PengecerBONE - Infobanua .co.id Pilkades 2021 untuk kab. Bone tinggal menghitung hari saat ini para calon sedang melakukan sosialisasi, dengan cara mereka masing masing namun terkadang ditemukan dengan cara cara yang seharusnya tak harus dilakukan.Hasil Informasi yang di himpun dari beberapa kelompok tani di 2 desa yakni desa lanca dan desa lappae kec. Tellusiattingnge kab. Bone Ternyata salah satu calon kades di lanca diduga lakukan penyalahgunaan bantuan pupuk yang tersalurkan kepetani tetapi tidak melalui kelompok tani justru langsung pengecer. Kemudian pengecer memberikan ke petani yg diduga untuk mendukungx di pilkades mendatang .Dan ironisnya petani yang tidak mendukungnya justru mendukung calon lain tdk mendapatkan pupuk."Memang ada indikasi penyaluran pupuk terjadi penyimpangan tdk melalui kelompok tani tapi langsung ke petani yg diduga pendukung pengecer yg masuk calon kep.desa lanca" ungkap Mansur kelompok tani majang saat dimintai keterangannya Jika ini benar terjadi , jelas sangat merugikan masyarakat dan tidak per dalam persaingan Pilkades . Bisa ditebak akan ada sengketa karena beda pendapat antara pihak yang merasa dirugikan dengan pihak yang dianggap merugikanMaka diharapkan kepada pihak terkait atau panitia pelaksana Pilkades hendaknya melakukan langkah2 preventip sebelum Pilkades berlangsung 18.Nov 2021 (A.Ida)

(*)

IKBAL

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *