oleh

Sastra dan Gastronomi Jadi Senjata Baru Diplomasi Indonesia

-Berita, jakarta-27 views

Topikinformasi.com — Jakarta –BISKOM | Jakarta – Cerita dan cita rasa kembali dipilih Indonesia untuk berbicara kepada dunia, membuka dialog global tentang identitas, nilai, dan masa depan diplomasi budaya nasional.

Cerita dan rasa menjadi napas utama dalam gelar wicara “Dari Kata ke Rasa: Diplomasi Budaya Indonesia Melalui Sastra dan Gastronomi” digelar di Jakarta, Selasa, 23 Desember 2025, menghadirkan pemangku kebijakan dan pelaku budaya.

Forum ini menyoroti bagaimana sastra dan gastronomi berfungsi sebagai instrumen soft power Indonesia, menjembatani nilai budaya dengan diplomasi global melalui narasi, pengalaman, dan interaksi lintas bangsa.

Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Kementerian Kebudayaan, Endah T.D. Retnoastuti, menegaskan diplomasi budaya harus berdampak langsung pada ekonomi kreatif dan kesejahteraan komunitas budaya.

Baca Juga:  Anggota Koramil 1407-13/Sibulue Gelar Karya Bakti Perbaikan Tanggul Jebol di Ajang Pulu

Ia menyampaikan pentingnya pemetaan negara tujuan secara tajam, melibatkan generasi muda, serta memastikan dimensi kebudayaan terintegrasi dalam strategi promosi luar negeri Indonesia secara terukur dan berkelanjutan.

Menurut Endah, tantangan ke depan bukan sekadar menyusun kesepakatan, melainkan memperkuat operasionalisasi, monitoring, dan keberangkatan program agar diplomasi budaya tidak berhenti sebagai agenda seremonial.

Ia juga menyoroti perlunya laporan kebudayaan yang kredibel, penguatan jejaring lembaga budaya asing, serta pembelajaran dari negara lain seperti Vietnam dalam membangun pusat budaya di luar negeri.

Diskusi ini mencerminkan kebutuhan sinergi lintas kementerian dan lembaga, mulai dari kebijakan kebudayaan, diplomasi luar negeri, ekonomi kreatif, pariwisata, hingga implementasi konvensi UNESCO secara terpadu.

Baca Juga:  AAP : Pikir Bayar Hutang ke Bulog dan PT Pupuk Indonesia Dulu Baru IKN

Para peserta sepakat bahwa branding budaya nasional harus jelas, konsisten, dan berorientasi dampak, didukung kerangka implementasi diplomasi budaya dengan pembagian peran serta komitmen institusional jangka panjang.

Melalui kata dan rasa, Indonesia menegaskan diplomasi budaya bukan sekadar cerita, melainkan strategi masa depan untuk memperkuat citra, jejaring, dan pengaruh global.
(Fri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga