oleh

Penerjun Asal Bone Bangga Jadi Penerjun di Kampung Sendiri

Topikinformasi .com – Bone. Aksi terjun payung yang  dilakukan oleh 30 personel TNI Denpandutaikam Brigif para Raider 3/TBS Divisi Infantri 3 Kostrad. Berjalan lancar di Stadion Lapatau Matanna Tikka Watampone, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kota Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Selasa (27/9/2022)

Aksi terjun payung yg dilakukan oleh puluhan personel TNI Denpandutaikam Brigif para Raider 3/TBS Divisi Infantri 3 Kostrad disaksikan langsung Bupati Bone , Wabub Bone, Sekretaris Daerah Bone ,Kapolres Bone Danyon Brimob, Dandim 1407 Bone ,ketua DPRD Bone dan para OPD lainnya

Kegiatan terjun payung ini disaksikan pula ratusan para pelajar dan masyarakat Bone membuat mereka merasa kagum dan bersorak meski suasan terik panas matahari tak jadi soal .

Tak dipungkiri Meski aksi para terjun payung ada satu-dua  yang  turun tidak tepat sasaran namun semangat dan rasa puas terpancar di raut wajah mereka

Seperti salah satu peterjun. Payung bernama Sersan Satu Rohim Brigif para Raider 3 dari tribun sakti Saat diwawancarai menyampaikan :

“Saya senang sekali karena masyarakat Bone antusias dan meriah sekali , terima kasih atas sambutannya , kami ucapkan terima kasih kepada seluruh instansi kab. Bone sipil maupun swasta yang mendukung terlaksananya kegiatan ini dengan meriah.” Ujar Sersan Satu Rohim yang juga sebagai Bintara pelatih di Kariango Maros Sulsel

Menurut .sersan satu Rohim persiapan sebelum kegiatan ini ada 14 hari persiapan dimulai perencanaan,lalu persiapan

Sebanyak 30 peterjun yang berkwalifikasi fripol terjun bebas militer, mereka semua dari satuan Brigif para Raider 3/TBS Divisi Infantri 3 Kostrad Yang ada di Kariango Maros SulSel.

“Ini adalah pengalaman saya ke 150 kali dan yang pertama kali dikabupaten Bone “kata Rohim

Sementara penerjun lainnya asal Bone tinggal di bajoe Sertu Bahtiar merasa senang dan bangga, kampung sendiri bisa menjadi salah satu pilihan menjadi tempat penerjunan

“Sejak saya jadi penerjun cita cita saya terjun di kampung sendiri, dalam arti kata pulang kampung dengan gratis” sambil tertawa

Saya jadi penerjun sejak tahun 2005 jadi sudah mencapai 2000 kali melakukan penerjunan” Tutupnya.

(A.Ida)

Baca Juga:  Sterilkan Masjid dan Lapangan Satgas Covid 19 Batangmata Gelar Penyemprotan Massal

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *