oleh

Ular Berukuran Panjang 3 Meter Buat Heboh Warga Jln. KH. Haiyung, Benteng

-News-19 views

TOPIKINFORMASI.COM – Bantaeng Penampakan ular berukuran panjang kurang lebih tiga meter yang terjadi pada sekira pukul 01.22 Wita, hari, Minggu, (22/5) dini hari membuat heboh Warga di ruas Jln. KH. Haiyung Benteng.

Kehadiran ular yang tidak diketahui persis jenis kelaminnya itu, disaksikan kali pertama oleh sekumpulan remaja yang secara kebetulan melintas di area TKP dan mengundang perhatian sekumpulan warga yang secara kebetulan berada di salah satu lapak pedagang, nasi kuning 24 jam, di ruas, Jln. KH. Haiyung, Benteng.

Ular tersebut ditangkap salah seorang remaja, berusia tujuh belas tahun, bernama Farid, warga Jln. Mangga, kota Benteng.

Saksi mata, Arwin Arifin, menuturkan, “sebelum ditangkap, ular dimaksud, baru saja menyeberang jalan dan akan masuk ke rumah kosong yang pas bersebelahan dengan rumah kediaman saksi”.

Baca Juga:  Danrem 141/Tp Yang Diwakili Kasrem 141/Tp Secara Resmi Menutup Kegiatan TMMD 113/Kodim 1406/Wajo.

“Beruntung, ular bisa segera dijinakkan, dan ditangkap oleh Farid, remaja dan sekelompok remaja lain yang melintas dengan mengendarai empat unit sepeda motor.”


Setelah ditangkap, saya sempat menyodorkan karung untuk memudahkan proses evakuasi dari TKP, namun ular tersebut, di bawah pergi dengan tangan kosong tanpa menggunakan karung”, terangnya.

Peristiwa penangkapan ular yang tidak sempat teridentifikasi jenisnya itu, dibenarkan Farid, remaja yang dengan cekatan langsung menangkap bagian kepala ular dan membawanya pergi jauh dari TKP.

“Ular itu, sudah saya lepas ke area semak-semak di sebelah Utara jembatan Appabatu, tepat di lokasi kosong yang berjauhan dengan lokasi permukiman warga”, akunya, saat dimintai konfirmasi oleh wartawan, pada sekira pukul 02.20 hari, Minggu, (22/5) dini hari. (Andi Fadly Daeng Biritta)

Baca Juga:  Dampak Pilkades Beberapa Kelompok Tani di Kec. tellusiattingnge Mengeluh Tidak Dapat Jatah Pupuk Dari PengecerBONE - Infobanua .co.id Pilkades 2021 untuk kab. Bone tinggal menghitung hari saat ini para calon sedang melakukan sosialisasi, dengan cara mereka masing masing namun terkadang ditemukan dengan cara cara yang seharusnya tak harus dilakukan.Hasil Informasi yang di himpun dari beberapa kelompok tani di 2 desa yakni desa lanca dan desa lappae kec. Tellusiattingnge kab. Bone Ternyata salah satu calon kades di lanca diduga lakukan penyalahgunaan bantuan pupuk yang tersalurkan kepetani tetapi tidak melalui kelompok tani justru langsung pengecer. Kemudian pengecer memberikan ke petani yg diduga untuk mendukungx di pilkades mendatang .Dan ironisnya petani yang tidak mendukungnya justru mendukung calon lain tdk mendapatkan pupuk."Memang ada indikasi penyaluran pupuk terjadi penyimpangan tdk melalui kelompok tani tapi langsung ke petani yg diduga pendukung pengecer yg masuk calon kep.desa lanca" ungkap Mansur kelompok tani majang saat dimintai keterangannya Jika ini benar terjadi , jelas sangat merugikan masyarakat dan tidak per dalam persaingan Pilkades . Bisa ditebak akan ada sengketa karena beda pendapat antara pihak yang merasa dirugikan dengan pihak yang dianggap merugikanMaka diharapkan kepada pihak terkait atau panitia pelaksana Pilkades hendaknya melakukan langkah2 preventip sebelum Pilkades berlangsung 18.Nov 2021 (A.Ida)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *