oleh

Rayakan Milad Ke-3, Paskas Bone Grand Opening Baitulmaal Muanzalan Indonesia

-News-798 views

TOPIKINFORMASI.COM – Bone Pasukan Amal Shaleh (Paskas) Kabupaten Bone dibawah komando Armynda Gusmitasari menggelar perayaan milad yang ke-3 tahun dengan menggelar doa dan sedekah terhadap santri bertempat di Novena Hotel, Rabu, 23 Maret 2022. Dihadiri Wakil Bupati Bone dan Unsur Forkopimda, perayaan Milad ini juga dirangkaikan dengan Grand Opening Baitulmaal Muanzalan Indonesia (BMI) Cabang Bone. Komando Paskas Bone Armynda Gusmitasari mengatakan Paskas mulai terbentuk di Kabupaten Bone sejak bulan Maret 2019 lalu.
Paskas ia dikenal pada saat mengikuti kegiatan keagamaan di Samarinda. Awal mula terbentuknya beranjak dari kegiatan Hijrah Day dan Klik. Dimana dalam acara tersebut, pemateri KH Lukmanul Hakim menyempatkan diri berilaturahmi di rumah kediakannya di Jl Macam. Dalam pertemuan itu, ia menceritakan tentang gerakan infak beras yang dilakukan beberapa kota. Relawannya disebut dengan Paskas atau pemikul beras. “Disinilah mulai muncul inisiasi sebagai mahkluk pendosa yang ingin beramal shaleh. Dan alhamdulillah saya diamanahkan
sebagai Komandan Paskas Bone,” ujarnya.
Awalnya hanya menyasar ibu ibu, setelah itu mengajak orang-orang sekitar untuk menjadi orang tua asuh dan berinfak Rp25 ribu dalam setiap bulannya.
“Alhamdulillah melalui gerakan itu, dibulan berikutnya tepatnya April 2019 kita berhasil menyalurkan 3 ton beras yang nilainya Rp30 juta ke pondok pesantren untuk membantu para santri dan anak yatim penghafal Alquran,” ujarnya.
Bahkan melalui gerakan tersebut, Paskas Bone pernah menyalurkan beras 18 ton. Namun kalau dirata-ratakan setiap bulannya beras yang disalurkan 10-14 ton. “Ini masih terbilang kurang. Target itu minimal 31 ton minimal untuk mencukupkan

kebutuhan pokok santri. Karena jumlah santri di Kabupaten Bone itu mencapai angka 5 ribuan orang. Sementara orang tua asuh baru 1000-an lebih. Untuk itu, dalam perayaan milad yang ke-3 ini, semoga Allah menggerakkan hari seluruh masyarakat untuk peduli terhadap santri dengan cara ikut mensupport gerakan Paskas Bone,” pintanya.
Sebagai Komando Paskas Bone, Armynda juga berterima kasih kepada masyarakat yang telah ikut mensukseskan milad ke-3 Paskas Bone. Doa dan Sedekah terhadap santri ini tidak bisa terlaksana tanpa dukungan orang-orang baik di luar sana. Itu bisa terlihat dari jumlah voucher doa yang berhasil terjual mencapai angka 1.100 lembar ditambah tiket doa dengan harga Rp350 ribu juga berhasil terjual hingga puluhan tiket.
“Berkat orang-orang baik ini, biaya sewa gedung dan hadiah untuk anak-anak santri sebesar Rp40 bisa kita salurkan dalam perayaan Milad ke-3 Paskas Bone. Ini menjadi tanda bahwa masyarakat sangat peduli terhadap anak santri dan anak yatim di Kabupaten Bone,” tandasnya.
Sementara Komandan Paskas Indonesia, Muh Lutfi mengatakan bahwa awal mula lahirnya Paskas yakni berawal di Pontianak Kalimantan Barat disebuah masjid yang dinamai Muanzalah yang kemudian terbentuk cabang di beberapa wilayah di Indonesia termasuk Bone.

“Mudah-mudahan keberadaan paskas Bone dalam usia tiga tahun ini dapat memberi kontribusi lain di Bone, apalagi dari 109
titik Paskas di seluruh Indonesia maka Bone sangat layak diupgrade jadi BMI Cabang ke 26,” jelasnya.
BMI merupakan sebuah lembaga yang didirikan oleh Paskas yang akan melayani para masyarakat yang akan menyumbang untuk kegiatan kemanusiaan Paskas.
“Pengurus BMI yang kami tunjuk merupakan orang Bone. Kenapa? karena yang mengetahui kultur dan budaya di sini adalah orang Bone itu sendiri,” tambahnya.
Wakil Bupati Bone, Drs H Ambo Dalle MM mengatakan bahwa Paskas Bone memang umurnya baru tiga tahun tapi andilnya melebihi organisasi yang umurnya lebih dari tiga tahun.
“Oleh karena itu pemerintah dan masyarakat Bone memberikan apresiasi yang besar terhadap Paskas Bone karena telah banyak membantu masyarakat kita. Terutama para santri di Pondok Pesantren. Artinya kehadiran Paskas sangat membantu dan mengurangi beban pondok pesantren,” imbuhnya.. (110)

Baca Juga:  Dampak Pilkades Beberapa Kelompok Tani di Kec. tellusiattingnge Mengeluh Tidak Dapat Jatah Pupuk Dari PengecerBONE - Infobanua .co.id Pilkades 2021 untuk kab. Bone tinggal menghitung hari saat ini para calon sedang melakukan sosialisasi, dengan cara mereka masing masing namun terkadang ditemukan dengan cara cara yang seharusnya tak harus dilakukan.Hasil Informasi yang di himpun dari beberapa kelompok tani di 2 desa yakni desa lanca dan desa lappae kec. Tellusiattingnge kab. Bone Ternyata salah satu calon kades di lanca diduga lakukan penyalahgunaan bantuan pupuk yang tersalurkan kepetani tetapi tidak melalui kelompok tani justru langsung pengecer. Kemudian pengecer memberikan ke petani yg diduga untuk mendukungx di pilkades mendatang .Dan ironisnya petani yang tidak mendukungnya justru mendukung calon lain tdk mendapatkan pupuk."Memang ada indikasi penyaluran pupuk terjadi penyimpangan tdk melalui kelompok tani tapi langsung ke petani yg diduga pendukung pengecer yg masuk calon kep.desa lanca" ungkap Mansur kelompok tani majang saat dimintai keterangannya Jika ini benar terjadi , jelas sangat merugikan masyarakat dan tidak per dalam persaingan Pilkades . Bisa ditebak akan ada sengketa karena beda pendapat antara pihak yang merasa dirugikan dengan pihak yang dianggap merugikanMaka diharapkan kepada pihak terkait atau panitia pelaksana Pilkades hendaknya melakukan langkah2 preventip sebelum Pilkades berlangsung 18.Nov 2021 (A.Ida)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *