oleh

Pelaku Usaha Mendukung Kebijakan Pemerintah Indonesia Menekan Laju Deforestasi dan Degradasi

-Nasional, News-11 views

Topikinformasi.com –Jakarta — Kebijakan menghentikan izin baru di hutan primer dan gambut terbukti berkontribusi menurunkan deforestasi dan degradasi hutan.

Kebijakan yang diikuti dengan perbaikan tata kelola dan melibatkan semua pihak menjadi upaya Indonesia untuk mencapai penyerapan yang lebih tinggi dibanding emisi gas rumah kaca (GRK) dari sektor hutan dan penggunaan lahan (Net Sink FoLU).

(*)

Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong menyatakan salah satu bukti keberhasilan kebijakan penghentian izin baru di hutan alam primer dan gambut adalah turunnya laju deforestasi secara drastis.

“Indonesia sukses menurunkan laju deforestasi sebesar 75% dibanding tahun sebelumnya menjadi 115 ribu hektare pada periode 2019-2020,” kata Alue Dohong di Jakarta Rabu (10/11/2021).

Kebijakan penghentian izin baru di hutan primer dan gambut dimulai pada tahun 2011. Saat itu kebijakan penghentian pemberian izin baru bersifat sementara atau moratorium.

Presiden Joko Widodo kemudian merilis Instruksi Presiden No.5 tahun 2019 terkait penghentian izin baru di hutan primer dan gambut ditetapkan secara permanen. Sementara areal yang menjadi bagian dari kebijakan itu ditetapkan sebagai Peta Indikatif Penghentian Pemberian Izin Baru (PIPPIB).

Baca Juga:  Dampak Pilkades Beberapa Kelompok Tani di Kec. tellusiattingnge Mengeluh Tidak Dapat Jatah Pupuk Dari PengecerBONE - Infobanua .co.id Pilkades 2021 untuk kab. Bone tinggal menghitung hari saat ini para calon sedang melakukan sosialisasi, dengan cara mereka masing masing namun terkadang ditemukan dengan cara cara yang seharusnya tak harus dilakukan.Hasil Informasi yang di himpun dari beberapa kelompok tani di 2 desa yakni desa lanca dan desa lappae kec. Tellusiattingnge kab. Bone Ternyata salah satu calon kades di lanca diduga lakukan penyalahgunaan bantuan pupuk yang tersalurkan kepetani tetapi tidak melalui kelompok tani justru langsung pengecer. Kemudian pengecer memberikan ke petani yg diduga untuk mendukungx di pilkades mendatang .Dan ironisnya petani yang tidak mendukungnya justru mendukung calon lain tdk mendapatkan pupuk."Memang ada indikasi penyaluran pupuk terjadi penyimpangan tdk melalui kelompok tani tapi langsung ke petani yg diduga pendukung pengecer yg masuk calon kep.desa lanca" ungkap Mansur kelompok tani majang saat dimintai keterangannya Jika ini benar terjadi , jelas sangat merugikan masyarakat dan tidak per dalam persaingan Pilkades . Bisa ditebak akan ada sengketa karena beda pendapat antara pihak yang merasa dirugikan dengan pihak yang dianggap merugikanMaka diharapkan kepada pihak terkait atau panitia pelaksana Pilkades hendaknya melakukan langkah2 preventip sebelum Pilkades berlangsung 18.Nov 2021 (A.Ida)

“Kebijakan pemerintah semakin intensif untuk menghentikan deforestasi dan degradasi hutan, menegaskan komitmen Indonesia untuk memperbaiki tata kelola dan mengurangi emisi GRK dari deforestasi dan degradasi,” kata Alue.

Indonesia telah menargetkan untuk mengurangi emisi GRK sebanyak 41% pada tahun 2030 dari bussiness as usual dengan dukungan Internasional. Saat itu, Indonesia juga berkomitmen untuk mencapai Net Sink FoLU.

Alue menegaskan, Net Sink FoLU 2030 berarti Indonesia berkomitmen untuk menekan deforestasi ke tingkat yang paling minimal agar emisi GRK lebih rendah dibanding yang bisa diserap dari sektor hutan dan lahan.

Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ruandha Agung Sugardiman mengungkapkan, terhitung mulai Agustus 2021, luas PIPPIB mencapai 66,1 juta hektare.

Baca Juga:  22 Terduga Teroris Hasil Operasi Di Jatim Digelandang Ke Jakarta

Rinciannya 51,2 juta hektare merupakan kawasan hutan konservasi, 5,3 juta hektare lahan gambut, dan 9,6 juta hektare hutan alam primer baik di kawasan hutan produksi maupun areal penggunaan lain.

Direktur Bina Perencanan tata Ruang Daerah Wilayah I Kementerian ATR/BPN, Reny Windyawati menyatakan PIPPIB menjadi salah satu acuan dalam proses perencanaan tata ruang. “Jika ada areal yang harus dilindungi, maka dalam dokumen Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) areal tersebut diarahkan untuk dilindungi.

Wakil Ketua Komisi IV DPR Budisatrio Djiwandono mengapresiasi capaian KLHK yang berhasil menurunkan laju deforestasi dan degradasi ke titik terendah dalam sejarah.
“Kami di DPR akan mendukung KLHK untuk mempertahankan prestasi tersebut,” katanya.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Indroyono Soesilo menyatakan pelaku usaha mendukung kebijakan pemerintah Indonesia untuk menekan laju deforestasi dan degradasi dan memperbaiki tata kelola kehutanan.

Baca Juga:  Sejumlah Warga Pelajar Mahasiswa Yang Tergabung Dalam Organisasi Koalisi Perjuangan Pemuda Mahasiswa (KPPM)

“Kebijakan ini juga harus didiukung dengan upaya untuk mencegah pembalakan liar, perambahan dan kebakaran hutan dan lahan,” kata Indroyono.

Dia menyatakan, untuk mendukung kebijakan pemerintah, anggota APHI melakukan kegiatan seperti pengkayaan hutan, silvikultur intensif, dan penerapan pembalakan rendah dampak. Selain itu, anggota APHI juga melakukan perbaikan tata kelola air dan restorasi gambut.

Diah Suradiredja dari KEHATI menyatakan agar implementasi PIPPIB semakin efektif maka koordinasi di daerah harus terus ditingkatkan.

“Keterlibatan para pihak juga harus ditingkatkan, termasuk organisasi masyarakat sipil, agar perbaikan tata kelola yang ditujukan dalam PIPPIB bisa tercapai,” katanya.

Sophie Kemkhadze, Deputy Resident Representative UNDP Indonesia menyatakan capaian Indonesia dalam menekan deforestasi dan degradasi sebagai sesuatu yang impresif. “Kawasan yang masuk dalam PIPPIB seluas Perancis dan hampir dua kali Jerman,” kata Sophie.

Sophie Kemkhadze menyatakan pihaknya akan memperkuat dukungan bagi Indonesia untuk mendukung target Net Sink FoLU 2030.
(fri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *