oleh

Hilang di Hutan Saat Mecari Kayu Bakar , SAR Brimob Bone Diterjunkan Cari Nenek Suhera

-News-6 views

Topikinformasi.com – Bone, Sulawesi Selatan. Sejak meninggalkan rumah pada Minggu siang, 24 Oktober 2021 yang lalu, seorang nenek bernama Suhera ( 85 ) warga Dusun Soga Desa Kanco Kecamatan Cina Kabupaten Bone masih belum diketahui keberadaannya hingga saat ini ( Rabu, 27/10/21 ).

Menurut keterangan keluarga, nenek yang sudah pikun tersebut dikabarkan keluar rumah untuk mencari kayu bakar dan bahan pembuat sapu di sekitar kebun yabg tidak jauh dari rumahnya.

Warga sekitar yang sempat mencari keberadaan nenek tua tersebut selama 2 hari setelah korban dikabarkan hilang juga tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Khawatir dengan kondisi korban yang juga belum ditemukan, pada tanggal 26 Oktober 2021 Selasa kemarin pihak korban menghubungi pos Basarnas Bone yang kemudian berkordinasi dengan tim SAR Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel untuk membantu melakukan proses pencarian dan penyelamatan.

Baca Juga:  Suasana Haru Warnai Kegiatan Anjangsana Batalyon C Pelopor Dalam Rangka HUT ke-75 Korps Brimob Polri

Setelah mengambil keterangan dari pihak keluarga dan warga setempat, sejak kemarin sore tim SAR gabungan langsung berupaya mencari keberadaan korban dengan menyisir area hutan dengan luas pencarian hingga radius 3 Km dari lokasi kebun milik korban.

Terkait kejadian ini Koordinator Basarnas Bone Mukti Ali belum bisa memberikan kondisi pasti dari Korban yang telah berusia renta tersebut.

” Untuk saat ini kami belum bisa memastikan kondisi dari ibu Suhera karena kita belum menemukan tanda-tanda apapun perihal keberadaannya. Namun demikian operasi pencarian ini akan terus kami lakukan hingga 7 hari kedepan sesuai dengan SOP pencarian dan penyelamatan,” terang Mukti Ali.

Sementara itu saat dikonfirmasi via telepon Komandan Batalyon ( Danyon ) C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel Kompol Nur Ichsan,S.Sos. mengatakan bahwa anggotanya akan terus mendukung tim Basarnas untuk mempercepat proses pencarian korban.

Baca Juga:  Pam Unras, Yon C Pelopor Gunakan Waktu Istirahat Untuk Berkarya

” Karena ini misi kemanusiaan, tentunya sebagai pasukan Brimob Polri yang memiliki kemampuan SAR kami akan berupaya keras bersinergi dengan Basarnas untuk mempercepat proses pencarian terkait korban sehingga membuahkan hasil yang positif dan kami juga berharap korban masih bisa temukan dalam keadaan sehat dan selamat,”ungkap Kompol Nur Ichsan yang saat ini masih melaksanakan tugas sebagai Assessor dalam Assesment ASN BPS Propinsi Sulsel di Polda Sulsel.

Hingga berita ini diturunkan pencarian terhadap nenek Suhera masih terus dilakukan dengan cangkupan area pencarian yang lebih luas lagi. Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam proses pencarian ini Selain tim SAR Brimob Batalyon C Pelopor dan Basarnas Bone diantaranya BPBD, Satpol PP Kabupaten Bone dan dibantu oleh warga setempat

Baca Juga:  Dampak Pilkades Beberapa Kelompok Tani di Kec. tellusiattingnge Mengeluh Tidak Dapat Jatah Pupuk Dari PengecerBONE - Infobanua .co.id Pilkades 2021 untuk kab. Bone tinggal menghitung hari saat ini para calon sedang melakukan sosialisasi, dengan cara mereka masing masing namun terkadang ditemukan dengan cara cara yang seharusnya tak harus dilakukan.Hasil Informasi yang di himpun dari beberapa kelompok tani di 2 desa yakni desa lanca dan desa lappae kec. Tellusiattingnge kab. Bone Ternyata salah satu calon kades di lanca diduga lakukan penyalahgunaan bantuan pupuk yang tersalurkan kepetani tetapi tidak melalui kelompok tani justru langsung pengecer. Kemudian pengecer memberikan ke petani yg diduga untuk mendukungx di pilkades mendatang .Dan ironisnya petani yang tidak mendukungnya justru mendukung calon lain tdk mendapatkan pupuk."Memang ada indikasi penyaluran pupuk terjadi penyimpangan tdk melalui kelompok tani tapi langsung ke petani yg diduga pendukung pengecer yg masuk calon kep.desa lanca" ungkap Mansur kelompok tani majang saat dimintai keterangannya Jika ini benar terjadi , jelas sangat merugikan masyarakat dan tidak per dalam persaingan Pilkades . Bisa ditebak akan ada sengketa karena beda pendapat antara pihak yang merasa dirugikan dengan pihak yang dianggap merugikanMaka diharapkan kepada pihak terkait atau panitia pelaksana Pilkades hendaknya melakukan langkah2 preventip sebelum Pilkades berlangsung 18.Nov 2021 (A.Ida)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *