oleh

Pengembangan Kampung dan Desa Wisata Strategi Baru Dispar Bulukumba

-News-705 views

Topikinformasi.com – Bulukumba, — Keterbatasan anggaran mengharuskan dinas pariwisata Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan mensiasati langkah dan upaya pengelolaan serta pengembangan destinasi pariwisata yang terdapat di kota Butta Panrita Lopi.

Pemerintah desa melalui badan usaha milik desa (bumdes) di dorong untuk memaksimalkan program pengembangan destinasi pariwisata di masing-masing wilayah.

Sekretaris Dinas Pariwisata (Sekdispar) Kabupaten Bulukumba, Andi Mattampa Wali menguraikan, “penyerahan kewenangan pengelolaan dan pengembangan sektor pariwisata ini dilakukan sejalan dengan penerapan kebijakan pengembangan desa wisata serta pencanangan kampung wisata oleh kementerian Pariwisata yang kedepan diharapkan akan dapat mendorong kebangkitan kembali ekonomi masyarakat, terutama di masa pandemi covid 19”.

Sebagai bentuk kolaborasi dan peningkatan sinergitas kerjasama, dinas pariwisata kabupaten, akan terus menginisiasi dan mendorong peningkatan kualitas serta mutu sumberdaya manusia (SDM) pengelolah wisata desa melalui kegiatan pelatihan sebagai salah satu bentuk tanggung jawab pendampingan dari sisi UMKM, maupun badan usaha milik desa (bumdes).

“Kebijakan dan strategi ini dilakukan dalam rangka untuk menggali respon dan sekaligus menguji coba sejauh mana keberanian pemerintah desa, dan lurah, bersama segenap komponen warga masyarakatnya untuk maju serta mengawali langkah pengelolaan potensi wilayahnya”, tandasnya menguraikan strategi pengembangan sektor pariwisata kabupaten Bulukumba yang dikenal kaya akan potensi dan daya tarik wisata.

Baca Juga:  Peduli Kesehatan Masyarakat, Kapolsek Tellulimpoe Bagikan Masker Ke Warga

Kekayaan potensi wisata Kabupaten Bulukumba, diamiinkan Kepala bidang sumberdaya pariwisata, Andi Ayu Cahyani.

Ayu menyebut, “Kabupaten bulukumba memiliki banyak potensi wisata yang dapat dikelola berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan”.

“Kawasan tersebut antara lain :Liang Bakatulu, Desa Darubiah, Kecamatan Bontobahari dan destinasi Wisata Alam Bulu Padido, Desa Tamatto, Kecamatan Ujung Loe”.

Terpisah, Andi Fadly Dg. Biritta, putera kelahiran kota Bulukumba mengutarakan, “kebijakan pemberian legitimasi kewenangan pengelolaan potensi wisata oleh dinas pariwisata kepada jajaran pemerintah desa dan kelurahan merupakan sebuah bentuk lompatan luar biasa dan sangat relevan dengan program pengembangan destinasi pariwisata yang tengah getol dilakukan oleh jajaran pemerintah kabupaten melalui dinas pariwisata”.

Baca Juga:  Dampak Pilkades Beberapa Kelompok Tani di Kec. tellusiattingnge Mengeluh Tidak Dapat Jatah Pupuk Dari PengecerBONE - Infobanua .co.id Pilkades 2021 untuk kab. Bone tinggal menghitung hari saat ini para calon sedang melakukan sosialisasi, dengan cara mereka masing masing namun terkadang ditemukan dengan cara cara yang seharusnya tak harus dilakukan.Hasil Informasi yang di himpun dari beberapa kelompok tani di 2 desa yakni desa lanca dan desa lappae kec. Tellusiattingnge kab. Bone Ternyata salah satu calon kades di lanca diduga lakukan penyalahgunaan bantuan pupuk yang tersalurkan kepetani tetapi tidak melalui kelompok tani justru langsung pengecer. Kemudian pengecer memberikan ke petani yg diduga untuk mendukungx di pilkades mendatang .Dan ironisnya petani yang tidak mendukungnya justru mendukung calon lain tdk mendapatkan pupuk."Memang ada indikasi penyaluran pupuk terjadi penyimpangan tdk melalui kelompok tani tapi langsung ke petani yg diduga pendukung pengecer yg masuk calon kep.desa lanca" ungkap Mansur kelompok tani majang saat dimintai keterangannya Jika ini benar terjadi , jelas sangat merugikan masyarakat dan tidak per dalam persaingan Pilkades . Bisa ditebak akan ada sengketa karena beda pendapat antara pihak yang merasa dirugikan dengan pihak yang dianggap merugikanMaka diharapkan kepada pihak terkait atau panitia pelaksana Pilkades hendaknya melakukan langkah2 preventip sebelum Pilkades berlangsung 18.Nov 2021 (A.Ida)

“Kabupaten Bulukumba dinilai memiliki sederet potensi wisata pantai dan anak sungai yang berpeluang untuk digarap dan dikembangkan sebagai kawasan destinasi pendukung pantai Tanjung Bira dan titik nol, dengan memperhatikan serta mempertimbangkan faktor kelebihan dan kekurangan masing-masing lokasi”.

“Kawasan pantai dan anak sungai dimaksud terdiri dari Pantai Terang-Terang, Labuang Korong, Lappe’e, kawasan Jembatan Lembang, dan Sungai Kasimpureng yang masing-masing memiliki catatan historis, sejarah, serta nilai plus tersendiri”.

“Sejarah pelayaran mencatat, bahwa pada era tahun 1980-an, pantai Labuang Korong dan Lappe’e yang terletak di jantung kota Bulukumba merupakan alur pelabuhan penghubung antara Bulukumba dengan ibukota Benteng, Kabupaten Selayar melalui jalur laut”.

“Pada masa itu, sejumlah armada kapal kayu route pelabuhan Benteng-Bulukumba, hilir mudik melayari kedua jalur laut dimaksud, diantaranya, KM. Marga Wijaya, KM. Abadi Jaya, KM. Nurlina, dan KM. Kakabia”.

“KM. Kakabia merupakan salah satu armada apal kayu tak bermesin berbentuk lambo yang hanya mengandalkan layar untuk bisa bersandar dan merapat di kedua pelabuhan tersebut”.

Baca Juga:  Gencarkan Protokol Kesehatan, Personil Polres Pelabuhan Makassar rutin Blusukan ke Pasar

“Hal ini kemudian menjadi latar belakang dan alasan kuat untuk merekomendasikan area Pelabuhan Lappe’e dan Labuang Korong, sebagai salah satu lokasi pengembangan kawasan destinasi pariwisata Kabupaten Bulukumba”.

“Sebuah catatan sejarah dan nilai historis yang lambat laung, dikhawatirkan akan mulai terhapus dari memory ingatan masyarakat, serta generasi anak cucu Kabupaten Bulukumba”.

Selain pantai Labuang Korong dan Lappe’e
Ia juga menaruh harapan besar terhadap upaya pengelolaan kawasan jembatan Lembang sebagai salah satu titik lokasi pengembangan destinasi pariwisata berbasis tanaman mangrove.

Ia berharap agar tanaman mangrove yang terletak di muara jembatan Lembang dapat dijaga, dilestarikan, dan dikelolah secara proporsional oleh jajaran pemerintah desa dan atau kelurahan sebagai salah satu sumber PAD.

(Andi Fadly Dg. Biritta)

Keterangan gambar :
1.Eks. Puing-puing eks dermaga Labuang Korong, Kabupaten Bulukumba.

  1. Pesisir Jembatan Lembang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *