oleh

Kapolda Sulsel Cek dan Pantau Penyekatan Pada Operasi Ketupat 2021

-Makassar, News-122 views

Topikinformasi.com – Makassar Kapolda Sulsel, Irjen Pol. Drs. Merdisyam didampingi Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Drs. Halim Pagarra, Irwasda Polda Sulsel Kombes Pol. Andi Fairan, S.I.K. M.S.M. beserta Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E.Zulpan dan Pejabat Utama Polda Sulsel lainnya telah melaksanakan kegiatan pemantauan dan penyekatan pada Operasi Ketupat 2021 di Wilkum Polda Sulsel, Senin (10/5/2021).

Pada Kesempatan Ini, Kapolda Sulsel yang juga bersama Kepala Cabang PT Jasa Raharja Sulsel Bapak Ifriyantono meninjau langsung ke tempat Pos Pelayanan yang sudah disiapkan dibeberapa tempat di antaranya di Pos Pam Ops Ketupat Bontoa Polres Maros, Pos Pam Ops Ketupat 2021 Kalibone Polres Pangkep serta Pos Pam Gerbang BTP dan Pos Pam Mall Panakukang Polrestabes Makassar, Pospam Mall Ratu Indah Jl. Ratulangi Makassar serta Pospam Pelabuhan Soekarno Hatta

Dalam kunjungannya itu, Kapolda Sulsel menghimbau Kepada Anggota Polri, TNI, Dishub, Satpol PP, Damkar, serta Instansi Pemerintahan lainnya yang sedang bertugas agar benar benar melaksakan penyekatan ini dengan baik sesuai prosedur yang sudah ditentukan, Jika terdapat ada pengendara yang melaksanakan mudik, jangan segan segan untuk menindak dan diputar arahkan lagi agar tidak melaksanakan mudik.

Baca Juga:  Personil Polsek Galsel Polres Takalar kembali Gelar Operasi Yustisi Gabungan TNI, Polri , Satpol PP dan Unsur Pemerintah Terapkan Protokol Kesehatan

“Pada tahun ini, penjagaan pos lebih diperketat, di tempatkan di setiap batas – batas wilayah, mengingat kita berada di tengah pandemi covid 19 yang masih belum usai. Oleh karena itu pemerintah telah menetapkan pelarangan mudik pada tahun 2021 ini,” tutur Kapolda Sulsel.

Kapolda Sulsel menilai bahwa, kesiapan personel Jajarannya di lapangan dapat berjalan dengan cukup efektif sejak diberlakukannya penyekatan larangan mudik pada Operasi Ketupat 2021.

Lebih lanjut Kapolda Sulsel menekankan untuk personil jaga agar tetap waspada dalam pelaksanaan tugas dan tetap mengedepankan keselamatan, dan memperhatikan kenyamanan masyarakat, serta pos jaga juga dituntut tegas untuk menegakkan prokes kesehatan kepada masyarakat, serta mengedepankan pelarangan dengan Humanis. Kapolda Sulsel juga menekankan kepada personil pos jaga untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahayanya mudik di tengah wabah pandemi in.

Baca Juga:  Jubir Covid - 19 Bone Minta Pihak Manajemen Pertimbangkan Planet Cinema di Buka Akhir Juli 2020

Sementara itu dalam penjelasannya, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E.Zulpan mengatakan, keberadaan Pos Pelayanan dan Pengamanan tersebut, guna membantu masyarakat yang melakukan kegiatan atau aktivitas selama menjelang hingga hari raya Idul Fitri 1442 H di masa pandemi Covid-19 ini.

“Kita ketahui bersama pemerintah telah mengeluarkan larangan mudik, harus dipatuhi untuk keselamatan bersama. Kita pahami, trend Covid 19 masih tinggi, salah satu cara menanggulanginya yaitu dengan mengurangi mobilitas. Terutama, saat ini mematuhi protokol kesehatan dan mentaati aturan pemerintah tentang larangan mudik ,” ujar Kabid Humas .

Di sela kunjungannnya, Kapolda Sulsel menyerahkan bingkisan lebaran kepada Personil Pos Penyekatan Ops Ketupat 2021, selain itu juga dilaksanakan penyerahan Bingkisan dari Jasa Raharja ke Kasat Lantas Polres setempat. (*)

Baca Juga:  Dampak Pilkades Beberapa Kelompok Tani di Kec. tellusiattingnge Mengeluh Tidak Dapat Jatah Pupuk Dari PengecerBONE - Infobanua .co.id Pilkades 2021 untuk kab. Bone tinggal menghitung hari saat ini para calon sedang melakukan sosialisasi, dengan cara mereka masing masing namun terkadang ditemukan dengan cara cara yang seharusnya tak harus dilakukan.Hasil Informasi yang di himpun dari beberapa kelompok tani di 2 desa yakni desa lanca dan desa lappae kec. Tellusiattingnge kab. Bone Ternyata salah satu calon kades di lanca diduga lakukan penyalahgunaan bantuan pupuk yang tersalurkan kepetani tetapi tidak melalui kelompok tani justru langsung pengecer. Kemudian pengecer memberikan ke petani yg diduga untuk mendukungx di pilkades mendatang .Dan ironisnya petani yang tidak mendukungnya justru mendukung calon lain tdk mendapatkan pupuk."Memang ada indikasi penyaluran pupuk terjadi penyimpangan tdk melalui kelompok tani tapi langsung ke petani yg diduga pendukung pengecer yg masuk calon kep.desa lanca" ungkap Mansur kelompok tani majang saat dimintai keterangannya Jika ini benar terjadi , jelas sangat merugikan masyarakat dan tidak per dalam persaingan Pilkades . Bisa ditebak akan ada sengketa karena beda pendapat antara pihak yang merasa dirugikan dengan pihak yang dianggap merugikanMaka diharapkan kepada pihak terkait atau panitia pelaksana Pilkades hendaknya melakukan langkah2 preventip sebelum Pilkades berlangsung 18.Nov 2021 (A.Ida)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *