oleh

Media Sosial, Masih Menjadi Pemicu Utama Terpapar Hoax

-News-68 views

Topikinformasi.com – Bone PR Watampone- Wawan Rhee, Founder Gardapati Link mengatakan, derasnya arus infomasi melalui platform media social menjadi variabel rentannya seseorang terpapar berita bohong (Hoax) di era Post Thrut. Hal tersebut terkait meningkatnya konsumsi media sosial oleh masyakat dalam mengakses informasi.

“Hasil survey KATADATA November 2020, media sosial menempati urutan pertama sebesar 75% sebagai sumber infomasi masyarakat selama pandemi. Tentu ini menjadi riskan, sebab media sosial sebagai sumber informasi tidak ada filternya. Bisa saja info yang belum jelas ditelan mentah-mentah publik lalu menomorduakan fact cheking,” terang Wawan.

Wawan memaparkan hal itu kepada sejumlah mahasiswa dalam program sharing session terkait “Post Truth Era, Milenial Harus Gimana?” yang diselenggarakan Arip Foundation, jumat 26 Maret. Ia menilai, generasi muda paham dan memiliki literasi dalam mengonsumsi informasi yang tervalidasi sehingga mampu membeda antara fakta dan opini yang bisa saja menyesatkan.

Baca Juga:  Dampak Pilkades Beberapa Kelompok Tani di Kec. tellusiattingnge Mengeluh Tidak Dapat Jatah Pupuk Dari PengecerBONE - Infobanua .co.id Pilkades 2021 untuk kab. Bone tinggal menghitung hari saat ini para calon sedang melakukan sosialisasi, dengan cara mereka masing masing namun terkadang ditemukan dengan cara cara yang seharusnya tak harus dilakukan.Hasil Informasi yang di himpun dari beberapa kelompok tani di 2 desa yakni desa lanca dan desa lappae kec. Tellusiattingnge kab. Bone Ternyata salah satu calon kades di lanca diduga lakukan penyalahgunaan bantuan pupuk yang tersalurkan kepetani tetapi tidak melalui kelompok tani justru langsung pengecer. Kemudian pengecer memberikan ke petani yg diduga untuk mendukungx di pilkades mendatang .Dan ironisnya petani yang tidak mendukungnya justru mendukung calon lain tdk mendapatkan pupuk."Memang ada indikasi penyaluran pupuk terjadi penyimpangan tdk melalui kelompok tani tapi langsung ke petani yg diduga pendukung pengecer yg masuk calon kep.desa lanca" ungkap Mansur kelompok tani majang saat dimintai keterangannya Jika ini benar terjadi , jelas sangat merugikan masyarakat dan tidak per dalam persaingan Pilkades . Bisa ditebak akan ada sengketa karena beda pendapat antara pihak yang merasa dirugikan dengan pihak yang dianggap merugikanMaka diharapkan kepada pihak terkait atau panitia pelaksana Pilkades hendaknya melakukan langkah2 preventip sebelum Pilkades berlangsung 18.Nov 2021 (A.Ida)

Lebih lanjut, berkembangnya teknologi informasi juga menjadi andil masyarakat sulit terbebas dari terpaan hoax. Belum lagi dampaknya kata Wawan, pada aspek politik yang dapat menjadi pemicu keretakan persatuan berbangsa dan bernegara.

“Post Thrut Era membuat orang lebih mengedepankan emosi ketimbang obyektifitas informasi. Sehingga orang enggan untuk melakukan cek and ricek. Pada kaum milenial juga serupa, dimana cenderung baper melihat sesuatu yang menstimulus perasaan padahal mengandung kebohongan,” terangnya.

Founder Arip Foundation, Zainal menyebut perlu dilakukan antisipasi terhadap kaum muda agar lebih melek terhadap berbagai fenomena-fenomena di era post truth. Selaku Pembina kelompok muda, tengah fokus membentuk karakter anak muda yang lebih berkualitas dalam menyambut dunia baru.

Baca Juga:  Upacara 17 Agustus 2022 Di Puncak Gunung Bawakaraeng

“Era akan datang, orang yang berkopetisi tidak dilihat lagi berdasarkan latar belakang lembaga pendidikannya, melaikan sejauh mana kaum milenial bisa menawarkan solusi atas berbagai persoalan yang terjadi,” ujar Zainal. Zainal mengatakan, kalau generasi muda kita hanya dicekoki hal-hal negatif termasuk keseringan terpapar Hoax, akan sulit untuk kompetitif di masa mendatang.(red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *