oleh

BALLA EWAKO, Spirit Melawan Covid-19

Topikinformasi.com-Bone Polda Sulawesi Selatan baru saja menerima penghargaan Trust Award dari Lemkapi beberapa hari lalu, tepatnya Selasa (09/03/2021) Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan loyalitas tinggi Polda Sulawesi Selatan dalam membuat berbagai inovasi untuk memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat pada masa pandemi covid-19.

Penghargaan Trust Award diterima langsung oleh Kapolda Sulsel Irjen Pol Drs. Merdisyam M. Si yang didampingi Kabid Humas Kombes Pol E. Zulpan dan Wadir Binmas. Inovasi yang menarik dan mampu menjadi salah satu penanganan covid 19 yaitu dengan mendirikan Kampung Tangguh (Balla Ewako) yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan di Sulawesi Selatan.

Balla Ewako merupakan salah satu program yang digagas Polda Sulsel sebagai upaya memutus mata rantai Covid-19, serta sebagai pusat informasi dan administrasi untuk pendataan warga yang terdampak pandemi virus corona. Dengan adanya Balla Ewako ini, Sulawesi Selatan diharapkan dapat menjadi patron dan contoh bagi daerah lain dalam menangani pandemic Covid-19. Dengan menggunakan Balla Ewako, permasalahan terkait lemahnya penerapan protokol Kesehatan dapat ditangani.

Baca Juga:  Dampak Pilkades Beberapa Kelompok Tani di Kec. tellusiattingnge Mengeluh Tidak Dapat Jatah Pupuk Dari PengecerBONE - Infobanua .co.id Pilkades 2021 untuk kab. Bone tinggal menghitung hari saat ini para calon sedang melakukan sosialisasi, dengan cara mereka masing masing namun terkadang ditemukan dengan cara cara yang seharusnya tak harus dilakukan.Hasil Informasi yang di himpun dari beberapa kelompok tani di 2 desa yakni desa lanca dan desa lappae kec. Tellusiattingnge kab. Bone Ternyata salah satu calon kades di lanca diduga lakukan penyalahgunaan bantuan pupuk yang tersalurkan kepetani tetapi tidak melalui kelompok tani justru langsung pengecer. Kemudian pengecer memberikan ke petani yg diduga untuk mendukungx di pilkades mendatang .Dan ironisnya petani yang tidak mendukungnya justru mendukung calon lain tdk mendapatkan pupuk."Memang ada indikasi penyaluran pupuk terjadi penyimpangan tdk melalui kelompok tani tapi langsung ke petani yg diduga pendukung pengecer yg masuk calon kep.desa lanca" ungkap Mansur kelompok tani majang saat dimintai keterangannya Jika ini benar terjadi , jelas sangat merugikan masyarakat dan tidak per dalam persaingan Pilkades . Bisa ditebak akan ada sengketa karena beda pendapat antara pihak yang merasa dirugikan dengan pihak yang dianggap merugikanMaka diharapkan kepada pihak terkait atau panitia pelaksana Pilkades hendaknya melakukan langkah2 preventip sebelum Pilkades berlangsung 18.Nov 2021 (A.Ida)

Balla Ewako ini bergerak dari desa atau kelurahan, yang apabila keseluruhan desa dan kelurahan menjalankannya dengan efektif maka dapat dipastikan penerapan protokol Kesehatan di Sulawesi Selatan akan berjalan efektif dan maksimal pula dalam mengatasi pandemi Covid-19. Dengan menggunakan konsep “memulai dari desa/kelurahan” ini, bukanlah sesuatu yang mustahil bahwa tingkat kepatuhan masyarakat Sulawesi Selatan terhadap penerapan protokol Kesehatan juga ikut meningkat.

Dalam perspektif sosiologi hukum sendiri, penggagasan program Balla Ewako oleh Polda Sulawesi Selatan merupakan salah satu bentuk perwujudan hukum yang responsif. Karena pada kenyataannya, hukum yang berlaku di masyarakat bukan hanya hukum positif atau yang berbentuk peraturan perundang-undangan. Namun adapula hukum yang dapat digali dari nilai-nilai yang berkembang di masyarakat. Salah satunya dengan menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat bahwa masing-masing individu memiliki peran penting dalam penanganan pandemic Covid-19, sehingga dengan sendirinya kesadaran hukum akan terbentuk.
Hukum yang terbentuk atas dasar kesadaran masyarakat merupakan hukum yang dicita-citakan oleh masyarakat itu sendiri yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Bukan hukum yang sifatnya memaksa, yang justru menimbulkan rasa keterpaksaan sehingga penerapannya pun kurang maksimal. Sebab hukum yang dipaksakan cenderung lebih bersifat represif, yang tentu bertentangan dengan nilai-nilai kekeluargaan yang berkembang di masyarakat.

Baca Juga:  Pangdam XIV/Hasanuddin Beri Pengarahan Kepada Tripilar (Babinsa, Babinkantibmas, dan Lurah/Desa) Kabupaten. Wajo.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *