oleh

Batalyon C Pelopor Amankan Kantor Gubernur Sulsel Saat Demo Penolakan UU Cipta Kerja Terjadi

-News-535 views

Topikinformasi.com – Makassar Minggu (11/10/20), Sejak disahkan pada tanggal 5 Oktober 2020 oleh DPR RI, UU Cipta Kerja banyak menuai penolakan dari beberapa pihak utamanya dari kalangan Buruh dan Mahasiswa. Akibat dari pengesahan Undang-Undang ini hampir seluruh aliansi Mahasiswa dan Buruh turun ke jalan melakukan demonstrasi untuk menyuarakan protes mereka terhadap keputusan pemerintah ini.

Akibat aksi demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja yang begitu masif di Kota Makassar, pada Jumat (09/10/20) Satu SSK Personel Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel dikerahkan menuju Ibu Kota Provinsi Sulawesi Selatan ini untuk melakukan penebalan pengamanan. Setibanya di Kota Makassar, Satu Satuan Setingkat Kompi (SSK ) Personel Brimob Bone yang dipimpin oleh Komandan Batalyon (Danyon) C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel Kompol Nur Ichsan, S.Sos langsung ditempatkan di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan yang berlokasi di jalan Perintis Kemerdekaan.

Tujuan dari ditempatkanya Satu SSK Personel Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel di Kantor Gubernur Sulsel ini adalah untuk mengantisipasi rembetan aksi demonstrasi yang menyasar pada Kantor Gubernur Sulsel ini.

Baca Juga:  Dampak Pilkades Beberapa Kelompok Tani di Kec. tellusiattingnge Mengeluh Tidak Dapat Jatah Pupuk Dari PengecerBONE - Infobanua .co.id Pilkades 2021 untuk kab. Bone tinggal menghitung hari saat ini para calon sedang melakukan sosialisasi, dengan cara mereka masing masing namun terkadang ditemukan dengan cara cara yang seharusnya tak harus dilakukan.Hasil Informasi yang di himpun dari beberapa kelompok tani di 2 desa yakni desa lanca dan desa lappae kec. Tellusiattingnge kab. Bone Ternyata salah satu calon kades di lanca diduga lakukan penyalahgunaan bantuan pupuk yang tersalurkan kepetani tetapi tidak melalui kelompok tani justru langsung pengecer. Kemudian pengecer memberikan ke petani yg diduga untuk mendukungx di pilkades mendatang .Dan ironisnya petani yang tidak mendukungnya justru mendukung calon lain tdk mendapatkan pupuk."Memang ada indikasi penyaluran pupuk terjadi penyimpangan tdk melalui kelompok tani tapi langsung ke petani yg diduga pendukung pengecer yg masuk calon kep.desa lanca" ungkap Mansur kelompok tani majang saat dimintai keterangannya Jika ini benar terjadi , jelas sangat merugikan masyarakat dan tidak per dalam persaingan Pilkades . Bisa ditebak akan ada sengketa karena beda pendapat antara pihak yang merasa dirugikan dengan pihak yang dianggap merugikanMaka diharapkan kepada pihak terkait atau panitia pelaksana Pilkades hendaknya melakukan langkah2 preventip sebelum Pilkades berlangsung 18.Nov 2021 (A.Ida)

Saat dikonfirmasi oleh awak media, Danyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel Kompol Nur Ichsan, S.Sos. mengatakan situasi di Kota Makassar khususnya di Kantor Gubernur Sulsel masih dalam keadaan kondusif.

” Hingga saat ini situasi keamanan di Kota Makassar khususnya di Kantor Gubernur Sulsel masih dalan keadaan kondusif walaupun ada sedikit insiden yang terjadi di Fly Over,” ujar Nur Ichsan.

“ Kami juga mengharapkan kepada teman-teman dari Buruh dan adik – adik Mahasiswa agar tetap menjaga ketertiban umum sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” imbuh Kompol Nur Ichsan

Selain melakukan pengamanan di Kantor Gubernur Sulsel, Personel dari Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel juga melakukan pengamanan di Fly Over Kota Makassar yang menjadi pusat konsentrasi atau titik kumpul massa.

Baca Juga:  Sekian Lama Fakum, Organisasi Mitra Pemerintah BPKABM RI Bangkit Kembali

Sementara itu saat ditemui oleh awak media, Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sulsel Kombes Pol. Muhammad Anis, P.S., S.I.K., M.Si. mengatakan jSatbrimob Polda Sulsel akan terus memaksimalkan pengamanan demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja ini, agar situasi Kamtibmas di Kota Makassar tetap kondusif.

“Kami akan terus memaksimalkan pengamanan demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja ini khususnya pada objek-objek vital yang ada di Kota Makassar, hal ini kami lakukan untuk meminimalisir terjadi korban dan kerugian materil baik itu dari para demonstran maupun dari masyarakat umum,” pungkas Muhammad Anis. (Carlos)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *