oleh

Flash Back Pleno Penetapan Nomor Urut Paslon Gong Nekara Dihadirkan, Sebagai Saksi Bisu, Pilkada Damai

-News-47 views

Topikinformasi.com – Selayar Berbagai bentuk design dan skema acara dipersiapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan dalam rangka untuk mengisi kemeriahan acara pengundian dan pencabutan nomor urut pasangan calon dalam pemilihan bupati dan wakil bupati 9 Desember 2020 yang akan dihelat, hari ini, Kamis, (24/09), bertempat, di halaman kantor KPU Selayar, di ruas Jln. Jend. Achmad Yani, Benteng.

Selain skema penyambutan rombongan pasangan calon bupati dan wakil bupati, KPU Kepulauan Selayar juga ikut menghadirkan duplikasi gong nekara untuk menyimbolkan akan betapa sakralnya momentum pengundian dan pencabutan nomor urut sebagai salah satu bentuk tahapan wajib dalam penyelenggaraan pilkada dengan mendasari ketentuan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 9 tahun 2020 tentang perubahan keempat atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 3 tahun 2017 tentang pencalonan pemilihan gubernur wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, dan atau walikota dan wakil walikota pasal 70 ayat 1 bahwa KPU Provinsi/KIP Aceh atau KPU/KIP kabupaten kota melakukan pengundian nomor urut pasangan calon yang telah ditetapkan sebagaimana dimaksud pada 68 ayat 2 dalam rapat pleno.

Ketua KPU Kepulauan Selayar, Nandar Jamaluddin mengutarakan, “rangkaian acara pengundian dan pencabutan nomor undian ini awalnya telah didesign untuk dilaksanakan di ruang pola kantor bupati”.

Baca Juga:  Ribuan Guru Mengaji dan Imam Masjid Menerima Insentif dari Bupati Bone

“Namun rencana awal dipindah, ke halaman kantor KPU dengan mempertimbangkan tingkat kerawanan dan potensi gesekan antar tim pendukung serta tim pemenangan yang sewaktu-waktu berpeluang untuk terjadi”.

Terkait akan hal tersebut, KPU dan segenap jajaran aparat pengamanan telah bersepakat untuk bersama-sama menekan serta meminimalisir peta kerawanan dengan melakukan pembatasan jumlah rombongan dari angka lima puluh orang menjadi tinggal sepuluh orang, sudah termasuk di dalamnya, pasangan calon bersama isteri

“Kami dari pihak penyelenggara sangat berharap agar tahapan ini dapat betul-betul didesign se safety mungkin sebagai bentuk komitmen moril KPU Selayar, untuk bisa tampil menjadi contoh di hadapan dua belas kabupaten kota penyelenggara pilkada di Sulawesi-Selatan, bahwa Kabupaten Kepulauan Selayar adalah penyelenggara pilkada terbaik tahun 2020”.

Baca Juga:  Ungkap Kasus Dengan Cepat, Unit Resmob Terima Penghargaan Kapolres Tana Toraja

“KPU Selayar berkomitmen untuk memutar dan membalikkan tensi politik dan prediksi kebanyakan orang yang semula memposisikan Kabupaten Selayar, sebagai daerah penyelenggara pilkada paling rawan di Sulsel, kemudian terbalik, menjadi daerah penyelenggara pilkada terbaik dan teraman”.
“Silahkan orang lain mengasumsikan dan mengkalkulasikan Selayar sebagai daerah rawan konflik dalam penyelenggaraan pilkada. Akan tetapi, bukan sebuah hal yang mustahil, keadaan justeru akan berbalik, memposisikan Selayar, sebagai daerah yang paling sejuk dan damai, pra dan pasca pilkada”.

“Hal tersebut bukan sebuah hal yang mustahil untuk diwujudkan, ketika jajaran penyelenggara baik, KPU, Bawaslu, kontestan peserta pilkada, saksi, tim sukses, konstituen, unsur pemerintah, bersama segenap komponen institusi pengamanan mulai dari aparat kepolisian, dan kodim, bisa memaksimalkan ikhtiar dalam mewujudkan keinginan, serta harapan seluruh komponen masyarakat Selayar, guna menciptakan momentum pilkada damai dan bermartabat, ujarnya penuh optimis, dalam season press conference yang diutarakannya di hadapan wartawan, hari, Kamis, (01/10) pagi. (Andi Fadly Dg. Biritta)

Baca Juga:  Dampak Pilkades Beberapa Kelompok Tani di Kec. tellusiattingnge Mengeluh Tidak Dapat Jatah Pupuk Dari PengecerBONE - Infobanua .co.id Pilkades 2021 untuk kab. Bone tinggal menghitung hari saat ini para calon sedang melakukan sosialisasi, dengan cara mereka masing masing namun terkadang ditemukan dengan cara cara yang seharusnya tak harus dilakukan.Hasil Informasi yang di himpun dari beberapa kelompok tani di 2 desa yakni desa lanca dan desa lappae kec. Tellusiattingnge kab. Bone Ternyata salah satu calon kades di lanca diduga lakukan penyalahgunaan bantuan pupuk yang tersalurkan kepetani tetapi tidak melalui kelompok tani justru langsung pengecer. Kemudian pengecer memberikan ke petani yg diduga untuk mendukungx di pilkades mendatang .Dan ironisnya petani yang tidak mendukungnya justru mendukung calon lain tdk mendapatkan pupuk."Memang ada indikasi penyaluran pupuk terjadi penyimpangan tdk melalui kelompok tani tapi langsung ke petani yg diduga pendukung pengecer yg masuk calon kep.desa lanca" ungkap Mansur kelompok tani majang saat dimintai keterangannya Jika ini benar terjadi , jelas sangat merugikan masyarakat dan tidak per dalam persaingan Pilkades . Bisa ditebak akan ada sengketa karena beda pendapat antara pihak yang merasa dirugikan dengan pihak yang dianggap merugikanMaka diharapkan kepada pihak terkait atau panitia pelaksana Pilkades hendaknya melakukan langkah2 preventip sebelum Pilkades berlangsung 18.Nov 2021 (A.Ida)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *