oleh

Kapolres Sinjai Ingatkan Waspadai Modus Penipuan Pergantian Kapolda Sulsel.

-News-63 views

Topikinformasi.com Sinjai – Kepala Kepolisian Resor Sinjai Ajun Komisaris Besar Polisi (Akbp) Iwan Irmawan, S.Ik.,M.Si mengingatkan masyarakat agar tidak melayani SMS atau Telepon yang isinya meminta sejumlah uang terkait serah terima jabatan (Sertijab) Kapolda Sulsel yang akan berlangsung hari ini, baik yang mengatasnamakan pejabat lama maupun pejabat yang baru.

Hal ini disampaikan Kapolres Sinjai saat pimpin apel jam pimpinan, Senin (31/8/2020) pukul 08.00 wita yang mengatakan bahwa “Penipuan seperti ini sering terjadi setiap kali ada pergantian pejabat untuk itu masyarakat yang berperilaku jangan percaya dan tidak menuruti permintaan pelaku untuk meminta sejumlah uang yang mengatasnamakan Kapolda,” Tegas Kapolres Sinjai.

“Sertijab Kapolda kerap digunakan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab guna mengeruk keuntungan. “Kita himbau kepada masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Sinjai untuk tidak percaya, Jika menerima Telpon atau SMS mengatasnamakan pejabat polda yang meminta bantuan untuk kegiatan pergantian Kapolda. Itu adalah modus penipuan,” ungkap Kapolres Sinjai.

Ia juga mengharapkan masyarakat dan pejabat yang ada di Kabupaten Sinjai yang kerap dijadikan sasaran penipuan dan pemerasan oleh oknum-oknum yang tidak bertangung jawab, sebaiknya tidak mudah percaya dan segera melaporkan hal tersebut kepada pihak Kepolisian. “Kepada para pengusaha dan pejabat jika mendapati hal demikian, harap segera lapor ke kita (Polres) untuk ditindak lanjuti,” Tegas Akbp Iwan Irmawan, S.Ik.,M.Si. (Herman/embo)

Baca Juga:  Dampak Pilkades Beberapa Kelompok Tani di Kec. tellusiattingnge Mengeluh Tidak Dapat Jatah Pupuk Dari PengecerBONE - Infobanua .co.id Pilkades 2021 untuk kab. Bone tinggal menghitung hari saat ini para calon sedang melakukan sosialisasi, dengan cara mereka masing masing namun terkadang ditemukan dengan cara cara yang seharusnya tak harus dilakukan.Hasil Informasi yang di himpun dari beberapa kelompok tani di 2 desa yakni desa lanca dan desa lappae kec. Tellusiattingnge kab. Bone Ternyata salah satu calon kades di lanca diduga lakukan penyalahgunaan bantuan pupuk yang tersalurkan kepetani tetapi tidak melalui kelompok tani justru langsung pengecer. Kemudian pengecer memberikan ke petani yg diduga untuk mendukungx di pilkades mendatang .Dan ironisnya petani yang tidak mendukungnya justru mendukung calon lain tdk mendapatkan pupuk."Memang ada indikasi penyaluran pupuk terjadi penyimpangan tdk melalui kelompok tani tapi langsung ke petani yg diduga pendukung pengecer yg masuk calon kep.desa lanca" ungkap Mansur kelompok tani majang saat dimintai keterangannya Jika ini benar terjadi , jelas sangat merugikan masyarakat dan tidak per dalam persaingan Pilkades . Bisa ditebak akan ada sengketa karena beda pendapat antara pihak yang merasa dirugikan dengan pihak yang dianggap merugikanMaka diharapkan kepada pihak terkait atau panitia pelaksana Pilkades hendaknya melakukan langkah2 preventip sebelum Pilkades berlangsung 18.Nov 2021 (A.Ida)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *