oleh

Buntu

-News-37 views

Catatan pinggir:
Bahtiar Parenrengi

Bone, Topikinformasi.com Tak bisa menulis apa-apa. Buntu rasanya. Entah apa penyebabnya. Kali ini tak bisa merangkai kata. Apa lagi merangkai sebuah tulisan, seperti catatan pinggir yang selama ini nongol tiap pekan.

Namun kebuntuan tak boleh dibiarkan. Tak boleh menyesaki pikiran, yang pada akhirnya membuat rasa malas. Seperti yang sering kita liat, terkadang seseorang berucap, saya lagi buntu. Pikiran saya buntu. Saya tak menemukan jalan keluar.

Buntu, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia mempunyai arti: tertutup (tidak dapat terus tentang pintu, jalan, pipa, dsb); tertutup salah satu ujungnya (jalan, pipa, dsb); terhalang (oleh sekatan dsb); tersekat; tersuntuk (tentang akal, pikiran, dan sebagainya)
contoh: ‘gang buntu menghadapi jalan buntu’.

Baca Juga:  Dampak Pilkades Beberapa Kelompok Tani di Kec. tellusiattingnge Mengeluh Tidak Dapat Jatah Pupuk Dari PengecerBONE - Infobanua .co.id Pilkades 2021 untuk kab. Bone tinggal menghitung hari saat ini para calon sedang melakukan sosialisasi, dengan cara mereka masing masing namun terkadang ditemukan dengan cara cara yang seharusnya tak harus dilakukan.Hasil Informasi yang di himpun dari beberapa kelompok tani di 2 desa yakni desa lanca dan desa lappae kec. Tellusiattingnge kab. Bone Ternyata salah satu calon kades di lanca diduga lakukan penyalahgunaan bantuan pupuk yang tersalurkan kepetani tetapi tidak melalui kelompok tani justru langsung pengecer. Kemudian pengecer memberikan ke petani yg diduga untuk mendukungx di pilkades mendatang .Dan ironisnya petani yang tidak mendukungnya justru mendukung calon lain tdk mendapatkan pupuk."Memang ada indikasi penyaluran pupuk terjadi penyimpangan tdk melalui kelompok tani tapi langsung ke petani yg diduga pendukung pengecer yg masuk calon kep.desa lanca" ungkap Mansur kelompok tani majang saat dimintai keterangannya Jika ini benar terjadi , jelas sangat merugikan masyarakat dan tidak per dalam persaingan Pilkades . Bisa ditebak akan ada sengketa karena beda pendapat antara pihak yang merasa dirugikan dengan pihak yang dianggap merugikanMaka diharapkan kepada pihak terkait atau panitia pelaksana Pilkades hendaknya melakukan langkah2 preventip sebelum Pilkades berlangsung 18.Nov 2021 (A.Ida)
            ***

Buntu. Kata ini tak berarti tak memiliki jalan keluar. Buntu, mendorong kita lebih kreatif. Lebih bersemangat untuk menemukan jalan keluar.

Menemui jalan buntu, mendorong kita untuk keluar dari jalan itu. Mendorong untuk mencari jalan lain agar bisa sampai pada tujuan.

Begitupun dalam sebuah masalah. Masalah yang tidak dapat dipecahkan atau diteruskan hingga selesai terkadang hadir. Namun masalah yang hadir tersebut, tentu memiliki jalan keluar asal kita berusaha.

Seperti beberapa cerita warung kopi beberapa hari lalu. Cerita tentang pertarungan sengit menahkodai Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan, untuk menggantikan Nurdin Halid sebagai PLT Ketua.

Banyak penikmat kopi memberi analisa, bahwa hajatan twrsenut akan mengalami ‘jalan buntu’.

Baca Juga:  Polres Sinjai Laksanakan Tes Psikologi Berkala Kepada Seluruh Personil.

Perangkat analisa yang cukup sederhana, sesederhana menyeduh kopi. Mengaduk kopi (yang memiliki warna hitam), tapi tak menyadari adanya gula sebagai pemanis.

Kopi yang memiliki rasa pahit akan memiliki rasa yang syahdu, mantap dan sensasional ketika bercampur gula. Dan itulah yang kita liat terpilihnya Taufan Pawe dalam Musda X DPD I partai Golkar Sulsel berahir dengan manis, tanpa mengalami jalan buntu.

            ***

Menemui jalan buntu tak harus berpikir buntu. Seperti WC buntu dirumah, tak dibiarkan begitu saja.

Ketika WC buntu, tentu memacu kita untuk mencari jalan keluar. Setidaknya menghubungi ‘Ahli WC buntu’, seperti lembaran iklan yang tertempel di tiang listrik atau diberbagai fasilitas umum.

Baca Juga:  Perlu Pengawasan Peningkatan Kinerja Pengelolaan Hutan Alam Berbasis Inovasi

Ketika WC Menjadi buntu, tentu tak menjadikan pikiran kita buntu pula. Setidaknya kita mencari jalan keluar seperti bagaimana kita keluar dari rasa mencekam di musim pandemic Covid 19.

Seperti anjuran para orang pintar, daripada kamu binggung dan terus tersesat dalam kebuntuan yang tak kompromi, maka dibutuhkan suasana lain untuk mendapatkan ide cemerlang.

Jalan buntu tak akan selamanya menjadi jalan buntu. Kita bisa keluar dari kebuntuan itu, asalkan kita mampu mengoptimalkan pikiran sehat. Dengan begitu, kita akan ditemui jalan keluar yang lebih bermutu dan mungkin diluar dugaan yang kita pikirkan. (Bahtiar Parenrengi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *