oleh

Karnaval HUT Ke-65 Pramuka, SD Inpres 5/81 Kading Angkat Tema Ekosistem Pesisir dan Kemandirian Pangan

-Berita-13 views

Topikinformasi.com – Bone Lampoko  Semarak Perkemahan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Gerakan Pramuka di Bumi Perkemahan Lampoko semakin meriah dengan digelarnya kegiatan karnaval yang diikuti oleh peserta didik dari berbagai pangkalan. Salah satu peserta yang tampil menarik perhatian adalah SD Inpres 5/81 Kading dengan mengangkat tema “Pramuka Peduli Ekosistem Pesisir dan Pertanian, Mewujudkan Kemandirian Pangan Kelautan untuk Indonesia Emas 2045.”

Dalam karnaval tersebut, SD Inpres 5/81 Kading menampilkan potret kehidupan masyarakat pesisir yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari warga Kading. Keunikan penampilan terlihat dari hadirnya miniatur perahu sebagai salah satu properti utama karnaval.

Miniatur perahu tersebut menjadi simbol kedekatan sekolah dan masyarakat dengan kehidupan pesisir. Sebab, SD Inpres 5/81 Kading berada di wilayah pesisir yang sebagian besar masyarakatnya menggantungkan kehidupan sebagai nelayan dan petani.

Baca Juga:  Ketua LKGH Bone Apresiasi Kinerja Satlantas Polres Bone Atur Lalin Ditengah Hujan Deras

Tidak hanya membawa miniatur perahu, para siswa juga mengenakan beragam kostum yang menggambarkan profesi masyarakat setempat, mulai dari nelayan, petani kebun, hingga petani tambak. Perpaduan kostum, properti, dan kreativitas peserta didik menjadikan karnaval tersebut tidak sekadar menjadi tontonan, tetapi juga sarana untuk memperkenalkan potensi serta kearifan lokal masyarakat pesisir.

“Ada satu hal yang unik dalam karnaval ini, yaitu bentuk miniatur perahu. SD Inpres 5/81 Kading terletak di daerah pesisir, sehingga kehidupan masyarakat sangat dekat dengan laut. Mata pencaharian masyarakat juga didominasi oleh nelayan dan petani. Karena itu, kami ingin mengangkat kehidupan tersebut melalui kreativitas anak-anak dalam karnaval ini,” ungkap Syarifuddin, Kepala SD Inpres 5/81 Kading.

Menurutnya, tema yang diusung juga menjadi bagian dari upaya sekolah untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan pesisir dan pertanian sejak dini. Melalui kegiatan Pramuka, siswa diajak mengenal potensi lingkungan di sekitarnya sekaligus memahami pentingnya menjaga ekosistem dan mengembangkan kemandirian pangan.

Baca Juga:  Wakil Bupati Bone, Menyambut Kunjungan Wakil Bupati Tanah Bumbu,

“Kami ingin anak-anak tidak hanya mengenal Pramuka sebagai kegiatan kepanduan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan, memahami potensi daerahnya, serta bangga dengan profesi dan kehidupan masyarakat di sekitarnya. Harapannya, nilai-nilai tersebut dapat menjadi bekal untuk mewujudkan generasi yang mandiri menuju Indonesia Emas 2045,” lanjut Syarifuddin.

Kesuksesan penampilan SD Inpres 5/81 Kading dalam karnaval tersebut juga tidak terlepas dari dukungan orang tua siswa. Para orang tua turut hadir dan mendampingi anak-anak mereka selama kegiatan berlangsung. Dukungan tersebut menjadi energi tersendiri bagi para siswa untuk tampil percaya diri dan penuh semangat.

Keterlibatan orang tua sekaligus menunjukkan kuatnya kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam mendukung kegiatan pendidikan di luar kelas. Semangat gotong royong tersebut menjadi bagian penting dalam menyukseskan rangkaian kegiatan perkemahan HUT ke-65 Pramuka di Bumi Perkemahan Lampoko.

Baca Juga:  Kasus HIV/AIDS di Bone Turun, Andi Akmal Pasluddin: Penyakit Mematikan, Cegah Pola Hidup Menyimpang!

Melalui karnaval ini, SD Inpres 5/81 Kading tidak hanya menampilkan kreativitas peserta didik, tetapi juga menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir, menghargai profesi nelayan dan petani, serta membangun kesadaran akan kemandirian pangan.

Semangat tersebut sejalan dengan nilai-nilai Gerakan Pramuka yang mengajarkan kepedulian, kemandirian, gotong royong, kreativitas, dan kecintaan terhadap lingkungan serta masyarakat.

Dari pesisir Kading, anak-anak Pramuka belajar mengenal potensi daerahnya, menjaga lingkungannya, dan menatap masa depan Indonesia Emas 2045.

Laporan : SARDI 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *