oleh

Wabup Bone Perkuat Sinergi dengan Kementerian UMKM RI, Dorong Pemberdayaan Pelaku Usaha Daerah

-Berita-24 views

Topikinformasi.com – Bone – Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bone, Hamzah Sunusi, S.Sos., M.Si., melakukan koordinasi dengan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia dalam rangka meningkatkan sinergi dan efektivitas pelaksanaan program pemberdayaan UMKM.

Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Kementerian UMKM RI, Loto Srianita Ginting, Pertemuan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari berbagai Deputi di lingkungan Kementerian UMKM RI yang membidangi pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah, pembiayaan, kewirausahaan, serta transformasi digital UMKM di Kantor Kementerian UMKM RI, Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta, Kamis (30/4/2026).

(*)

Kegiatan koordinasi ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bone dan Pemerintah Pusat dalam mendorong pengembangan UMKM, khususnya dalam hal peningkatan kapasitas pelaku usaha, akses pembiayaan, serta perluasan pasar. Selain itu, pertemuan ini juga menjadi momentum untuk menyelaraskan program-program strategis yang dapat memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca Juga:  Jaga Keselamatan, Satlantas Polres Bone Tegur Pengendara Dibawah Umur

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Bone menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Bone untuk terus mendorong kemajuan UMKM sebagai salah satu pilar utama perekonomian daerah. Ia juga berharap adanya dukungan berkelanjutan dari Kementerian UMKM RI guna mempercepat transformasi dan meningkatkan daya saing UMKM di Kabupaten Bone.

Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, menegaskan bahwa penguatan sektor UMKM merupakan langkah strategis dalam menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, UMKM di Kabupaten Bone memiliki potensi besar untuk berkembang apabila didukung dengan kebijakan yang tepat dan sinergi lintas sektor.

“Pemerintah Kabupaten Bone berkomitmen untuk terus hadir dalam memberikan pendampingan, pelatihan, serta membuka akses pasar bagi pelaku UMKM. Kami ingin memastikan bahwa pelaku usaha kecil dapat naik kelas dan mampu bersaing, baik di tingkat regional maupun nasional,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa transformasi digital menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan UMKM ke depan. Dengan memanfaatkan teknologi, pelaku UMKM diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran dan meningkatkan efisiensi usaha.

Baca Juga:  *HUT ke 65 Tahun Mengusung Tema, "Kodam XIV /Hasanuddin Di Hati Rakyat"*Topikinformasi.com - Bone-, Puluhan personel kodim 1407/Bone bersama persit Cab XXV Kodim 1407/Bone ikut aksi Donor darah bertempat di Lapangan Tenis Makorem 141/Toddopuli, Jum'at(27/05/2022)Aksi Donor darah ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka menyambut HUT Kodam XIV/Hasanuddin yang ke-65 Tahun yang di gelar serentak di wilayah Kodam XIV/Hsn dan untuk wilayah Kodim 1407/Bone di pusatkan Di Makorem 141/Tp nampak hadir dalam aksi donor darah ini, diantaranya personel dari Polres Bone, Batalyon C Brimob, Satpol PP, Dinas pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan serta BPBD Bone ikut andil mendonorkan darah.Kegiatan Donor darah ini di gelar oleh Rs. Tentara M. Yasin Bone dengan Palang Merah Indonesia Bone dan pada tahun ini di ulang tahun yang ke 65, Kodam XIV/Hsn megusung tema " Kodam XIV/Hasanuddin Di Hati Rakyat". Disela-sela kegiatan tersebut Dandim 1407/Bone Letkol Kav Budiman, S.H menyampaikan pelaksanaan donor darah ini merupakan salah satu wujud kepedulian TNI dalam mencermati berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat, khususnya dalam situasi Pandemi Covid 19 saat ini."Kegiatan donor darah ini bertujuan untuk mendukung program kemanusiaan yang dilaksanakan oleh Palang Merah Indonesia (PMI), dimana hasil dari kegiatan donor darah ini akan disumbangkan, terutama untuk ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan" Tungkas Dandim Bone.“Kami dari Kodim 1407/Bone selalu berupaya untuk bisa berperan aktif dalam membantu masyarakat, salah satunya melalui aksi sosial donor darah sebab dengan kita menyumbangkan darah maka kita akan memberikan harapan dan bisa menyelamatkan nyawa seseorang,” katanya.

“Kami mendorong pelaku UMKM untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi. Digitalisasi menjadi kunci dalam menghadapi persaingan global saat ini, sehingga dukungan dari Kementerian UMKM RI sangat kami harapkan, terutama dalam hal pelatihan dan fasilitasi digital,” tambahnya.

Sementara itu, Loto Srianita Ginting menyambut baik langkah koordinasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bone. Ia menegaskan bahwa Kementerian UMKM RI siap memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan UMKM yang berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah pusat terus mendorong penguatan ekosistem UMKM melalui berbagai kebijakan strategis, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, kemudahan akses pembiayaan, hingga perluasan akses pasar baik di tingkat nasional maupun global.

“Penguatan UMKM tidak bisa dilakukan secara parsial, tetapi harus melalui pendekatan terintegrasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Karena itu, sinergi dengan pemerintah daerah menjadi sangat penting agar program yang dijalankan tepat sasaran dan berkelanjutan,” jelasnya.

Baca Juga:  Begini Himbauan Kapolres Bone Untuk Warga Di Bulan Suci Ramadhan 1446 H

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan bagi pelaku UMKM agar mampu beradaptasi dengan dinamika pasar dan perkembangan teknologi. Menurutnya, peningkatan literasi digital serta inovasi produk menjadi faktor kunci dalam meningkatkan daya saing UMKM.

“Kami juga mendorong agar UMKM di daerah dapat terus berinovasi, meningkatkan kualitas produk, serta memanfaatkan platform digital sebagai sarana pemasaran. Dengan demikian, UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang dan menembus pasar yang lebih luas,” tambahnya.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa Kementerian UMKM RI akan terus membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam merancang program-program yang sesuai dengan potensi dan karakteristik masing-masing wilayah.

“Setiap daerah memiliki keunggulan tersendiri. Oleh karena itu, pendekatan yang dilakukan harus berbasis pada potensi lokal agar UMKM dapat tumbuh secara optimal dan memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah,” pungkasnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *