oleh

Persaudaraan Masyarakat Iran-Indonesia Adakan Deklarasi Nasional Perkuat Kerja Sama Dua Negara

Topikinformasi.com– Jakarta— Sejumlah masyarakat dari berbagai profesi sepakat mendeklarasikan organisasi Persaudaraan Masyarakat Iran-Indonesia di Islamic Culture Center (ICC) Jakarta, Selasa (28/04/2026).

Acara deklarasi digelar dengan penuh khidmat bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan pernyataan cinta dan komitmen bersama untuk merajut benang merah persaudaraan yang telah lama terjalin, menghubungkan dua bangsa besar yang dipersatukan oleh nilai-nilai luhur kemanusiaan dan keimanan.

Hadir secara khusus mewakili Direktur ICC, Kepala Departemen Tabligh dan Budaya Mohammad Zaki Amami. Kehadirannya menjadi simbol dukungan kuat dari pemerintah dan masyarakat Iran terhadap upaya membumikan semangat persaudaraan di tanah air.

Dalam kesempatan tersebut, KH. Abuya Hasan, selaku Ketua Umum Persaudaraan Masyarakat Iran-Indonesia, memimpin jalannya acara. Beliau menjadi jembatan yang menyatukan berbagai elemen masyarakat dalam satu tujuan mulia.

Lembaran dokumen tersebut bukan hanya kertas, melainkan bukti nyata janji setia bahwa rakyat Iran dan Indonesia adalah saudara sebangsa dan setanah air dalam bingkai kemanusiaan.

Baca Juga:  SAR Brimob Bone Ikut Pencarian, Bocah 7 Tahun Tenggelam di Sungai Ditemukan

Dengan tanda tangan tersebut, terucaplah ikrar untuk saling menghormati, saling mendukung, dan saling mengasihi, tanpa memandang perbedaan latar belakang, demi terciptanya dunia yang lebih damai dan sejahtera.

Acara yang penuh makna ini ditutup dengan pembacaan doa bersama. Suasana menjadi sangat hening dan khusyuk, memohon kepada Allah SWT agar hubungan kedua bangsa senantiasa dilindungi, diperkokoh, dan diberkahi hingga akhir zaman.

Deklarasi juga ditandai dengan penyerahan piagam kepada Direktur ICC yang diwakili Kepala Departemen Tabligh dan Budaya ICC, Muhammad Zaki Amami. Kehadiran tokoh lintas daerah mempertegas bahwa forum ini ingin bergerak sebagai simpul persaudaraan nasional.

Ketua Umum Persaudaraan Masyarakat Iran-Indonesia, KH. Abu Hasan atau Abuya Hasan, menegaskan forum ini tidak berhenti sebagai acara seremonial. Ia berharap deklarasi ini melahirkan kerja nyata yang berdampak panjang.

Baca Juga:  Kapolres Bone Gelar Konferensi Pers Akhir Tahun 2024 di Aula Terbuka Mapolres Bone

“Semoga pada nantinya peradaban, khususnya di Kabupaten Bondowoso, ada sebuah pembangunan namanya pembangunan Masjid Raya Iran-Indonesia,” ujar Abuya Hasan dalam sambutannya.

Pernyataan itu disambut antusias peserta. Gagasannya sederhana, tetapi pesannya kuat: persaudaraan harus punya jejak nyata, bukan sekadar dokumentasi acara.

Ketua panitia/Sekretaris Umum Jalaluddin Tapaul Jahidin mengatakan inisiatif ini lahir setelah komunikasi langsung dengan pihak Kedutaan Besar Iran di Jakarta. Menurut dia, Wakil Duta Besar Iran menyambut positif pembentukan organisasi tersebut.

“Ini bukan government, tetapi murni dari masyarakat, tidak mewakili pemerintah. Kita ingin membentuk Persaudaraan Masyarakat Iran-Indonesia,” kata Jalaluddin.

Ia menjelaskan, istilah “masyarakat” dipilih untuk menegaskan semangat musyawarah dan persaudaraan, bukan agenda politik praktis.

Muhammad Zaki Amami menjelaskan ICC merupakan lembaga kebudayaan Islam di bawah naungan Republik Islam Iran yang membuka ruang kerja sama luas dengan masyarakat Indonesia.

Baca Juga:  Satlantas Polres Bone Gelar Commander Wish Pagi

Menurut dia, ICC menjadi pusat penghubung budaya Islam dan hubungan sosial kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, Singapura, hingga Brunei.

“Di sini adalah lembaga yang open-minded. Kita memiliki tujuan dan visi bersama sebagaimana Islam yang merupakan agama yang rahmatan lil alamin,” ujar Zaki.

Zaki yang menempuh pendidikan di Iran lewat beasiswa penuh sejak 2011 hingga 2022 menilai hubungan Indonesia dan Iran memiliki akar sejarah panjang, terutama melalui pengaruh Persia dalam perkembangan Islam di Nusantara.

“Jejak itu masih terasa dari Sumatera hingga Aceh. Kadang sejarah memang tidak ramai dibicarakan, tetapi pengaruhnya tetap hidup dalam budaya dan ingatan masyarakat,” ungkap pria kelahiran Jember ini

Persaudaraan Masyarakat Iran-Indonesia diharapkan menjadi ruang baru bagi dialog budaya, penguatan ukhuwah, dan kerja sama masyarakat Iran Indonesia ke depan.

(Fri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *