oleh

Harga Cabai Anjlok, Petani Menjerit.Terancam Modal Tidak Balik

-Berita, Ekobis-34 views

Topikinformasi.com – Bone Diawal tahun, harga cabe Rawit kini turun drastis di Kabupaten Bone, harga cabe rawit tahun naik 45 ribu per Kg, kini harga hanya dikisaran 8-13 ribu perkg. Selasa 13/01/2026

Hal ini membuat para petani mejerit dan terancam gagal kembali modal, karena tidak sebanding harga dengan modal yang keluar untuk menanam dan biaya yang dikeluarkan untuk perawatan cabe.

Irfan selaku petani cabe di Desa Gattareng, Kecamatan Salomekko Kab Bone, sangat menyayangkan harga cabe turun seperti ini.

“Sungguh disayangkan harga cabe anjlok seperti ini, karena ini membuat kita terpukul sebagai petani, karena biaya untuk menanam cabe itu terbilang mahal, karena untuk membuat tanaman cabe kita tumbuh sehat dan subur itu perlu pupuk berkualitas, dan insektisida yang bagus. Tidak mampu jika hanya mengandalkan pupuk subsidi. Ungkapanya.

Baca Juga:  Para Insan Radio di Sulawesi Selatan Menggebrak Masyarakat untuk Kembali Mendengarkan Radio dengam Cara Berbeda.

Lanjut keluh kesahnya. Hal ini pentingnya pemerintah tidak hanya tinggal diam, harus memperhatikan juga petani cabe. Tidak hanya petani pangan lainya.

Karena sejauh ini pemerintah hanya seolah berpihak kepada konsumen untuk cabe, tapi tidak memikirkan petani yang merasakan langsung jerih payah dalam bertani cabe.

“Sebagai petani juga tentu mendukung pemerintah adanya stabilitas harga di pasar, tapi tidak sampai anjlok seperti ini, di harga 8-13 ribus saja, tapi mesti ada standar harga minimal 25- 30 ribu per kg, agar petani juga lengah dan pemuda mau ikut bertani karena ada kepastian harga.” harapnya.

Belum lagi info harga cabe Besar hanya di harga 4 – 7 ribu perkg dan harga cabe kriting hanya di harga 5-10 ribu perKg. Ini sungguh tamparan bagi kami sebagai petani cabe.

Baca Juga:  Bidang Humas Polda Sulsel Undang Wartawan ke Mapolda Sulsel, Gelar Coffe Morning

Saya berharap pemerintah harus ambil langkah secepatnya mungkin, agar juga memperhatikan petani di Sulawesi Selatan, khusunya di desa Gattareng kecamatan Salomekko Kab Bone.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *