oleh

Wakil Bupati Bone, Menghadiri Festival Budaya IRAU ke-11

-Berita, Budaya, News-355 views

Topikinformasi.com – Kaltara  -Kemeriahan Festival Budaya IRAU ke-11 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, mencapai puncaknya pada Sabtu (18/10/2025).

Perayaan yang mengangkat semangat persatuan ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, yang memimpin rombongan Pemerintah Kabupaten Bone dan tokoh adat.

​Kehadiran delegasi dari Sulawesi Selatan ini memiliki agenda penting, yaitu menganugerahkan gelar adat Tana Bone kepada Bupati Malinau, Wempi W. Mawa. Suasana haru dan khidmat menyelimuti Panggung Budaya Padan Liu’ Burung saat Bupati Wempi W. Mawa secara resmi menerima gelar adat “To Risenge Daeng Mapuji”. Penganugerahan ini dilakukan langsung oleh Pemerintah Kabupaten Bone bersama Tokoh Adat Tana Bone.

Baca Juga:  Indonesia Apresiasi Langkah Kongo Bangun Tata Kelola Pasar Karbon

​Menanggapi penganugerahan tersebut, Bupati Wempi W. Mawa menyampaikan rasa haru dan bangganya. Ia menyebut penghargaan itu sebagai simbol kepercayaan masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) kepada pemerintah daerah yang ia pimpin.

Ia juga menyampaikan apresiasi tinggi atas partisipasi aktif Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) yang telah turut menjaga keharmonisan serta memperkaya keberagaman budaya di Bumi Intimung, julukan Kabupaten Malinau.

Wempi menekankan bahwa IRAU bukan sekadar panggung untuk menampilkan kebudayaan, tetapi juga wadah untuk memperkuat kerukunan dan kebersamaan seluruh masyarakat Malinau.

“Irau bukan hanya panggung budaya, tapi juga wadah kebersamaan seluruh masyarakat,” tutupnya.

​Sementara itu, Ketua Dewan Adat Bone, H. Andi Muhammad Yushan Latenritappu, menjelaskan makna gelar yang diberikan.

Baca Juga:  Dampak Pilkades Beberapa Kelompok Tani di Kec. tellusiattingnge Mengeluh Tidak Dapat Jatah Pupuk Dari PengecerBONE - Infobanua .co.id Pilkades 2021 untuk kab. Bone tinggal menghitung hari saat ini para calon sedang melakukan sosialisasi, dengan cara mereka masing masing namun terkadang ditemukan dengan cara cara yang seharusnya tak harus dilakukan.Hasil Informasi yang di himpun dari beberapa kelompok tani di 2 desa yakni desa lanca dan desa lappae kec. Tellusiattingnge kab. Bone Ternyata salah satu calon kades di lanca diduga lakukan penyalahgunaan bantuan pupuk yang tersalurkan kepetani tetapi tidak melalui kelompok tani justru langsung pengecer. Kemudian pengecer memberikan ke petani yg diduga untuk mendukungx di pilkades mendatang .Dan ironisnya petani yang tidak mendukungnya justru mendukung calon lain tdk mendapatkan pupuk."Memang ada indikasi penyaluran pupuk terjadi penyimpangan tdk melalui kelompok tani tapi langsung ke petani yg diduga pendukung pengecer yg masuk calon kep.desa lanca" ungkap Mansur kelompok tani majang saat dimintai keterangannya Jika ini benar terjadi , jelas sangat merugikan masyarakat dan tidak per dalam persaingan Pilkades . Bisa ditebak akan ada sengketa karena beda pendapat antara pihak yang merasa dirugikan dengan pihak yang dianggap merugikanMaka diharapkan kepada pihak terkait atau panitia pelaksana Pilkades hendaknya melakukan langkah2 preventip sebelum Pilkades berlangsung 18.Nov 2021 (A.Ida)

“Gelar ‘To Risenge Daeng Mapuji’ berarti sosok pemimpin yang dicintai dan dikenang sepanjang masa, karena kemampuannya mempersatukan masyarakat di wilayahnya, sehingga tercipta kondisi yang aman, tertib, dan damai, sesuai dengan amanah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” jelas Andi Yushan.

​Mewakili Pemerintah Kabupaten Bone, Wakil Bupati Andi Akmal Pasluddin menyampaikan bahwa kehadiran Kerukunan Keluarga Besar Sulawesi Selatan (KKSS) dalam perayaan Irau ini merupakan bentuk nyata semangat kebersamaan dan persaudaraan antar-suku di Malinau.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Malinau, khususnya kepada Bapak Bupati yang terus memberikan ruang dan perhatian bagi masyarakat dari berbagai latar belakang untuk berpartisipasi dalam perayaan Irau. Dukungan ini sangat berarti bagi paguyuban dan pelestarian kebudayaan daerah,” ungkap Andi Akmal.

Baca Juga:  Jalin Sinergitas Melalui Gowes, Ini Yang Dilakukan Batalyon C Pelopor Bersama BPN Kabupaten Bone

​Apresiasi tersebut disambut baik oleh Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) KKSS Kabupaten Malinau, H. Muh. Ashar Nasir, yang juga menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Malinau.

​Festival Budaya Irau ke-11 tahun ini tercatat melibatkan 11 etnis asli dan 15 paguyuban nusantara. Beragam atraksi ditampilkan, mulai dari tarian adat, upacara tradisional, hingga lomba khas, yang turut dimeriahkan oleh musisi dan seniman muda lokal.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *