oleh

Monitoring Drainase dan Kanal Kunci Sukses Pengendalian Banjir Ala Andi Utta

-News-15 views

Topikinformasi.com – Bulukumba Curah hujan tinggi yang dalam beberapa hari terakhir sempat mengguyur sejumlah titik wilayah di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, kontan membuat gelisah Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf.

Menyikapi kondisi tersebut, Andi Utta, tidak tinggal diam dan tetap menyisihkan separuh waktunya melakukan rangkaian monitoring serta giat pemantauan terhadap sejumlah saluran pembuangan, drainase, dan kanal yang menjadi pintu air raksasa di kota Bulukumba.

(*)

Monitoring dilakukan salah satunya di pintu kanal pembuangan air penghubung, ke arah pesisir pantai yang tidak berjauhan dengan lokasi Pasar Tradisional Cekkeng.

Andi Utta sengaja turun ke lapangan melakukan rangkaian monitoring dan pemantauan langsung terhadap saluran air di kota Bulukumba untuk memastikan normalisasi drainase, kanal dan saluran air di musim penghujan.

Baca Juga:  Dampak Pilkades Beberapa Kelompok Tani di Kec. tellusiattingnge Mengeluh Tidak Dapat Jatah Pupuk Dari PengecerBONE - Infobanua .co.id Pilkades 2021 untuk kab. Bone tinggal menghitung hari saat ini para calon sedang melakukan sosialisasi, dengan cara mereka masing masing namun terkadang ditemukan dengan cara cara yang seharusnya tak harus dilakukan.Hasil Informasi yang di himpun dari beberapa kelompok tani di 2 desa yakni desa lanca dan desa lappae kec. Tellusiattingnge kab. Bone Ternyata salah satu calon kades di lanca diduga lakukan penyalahgunaan bantuan pupuk yang tersalurkan kepetani tetapi tidak melalui kelompok tani justru langsung pengecer. Kemudian pengecer memberikan ke petani yg diduga untuk mendukungx di pilkades mendatang .Dan ironisnya petani yang tidak mendukungnya justru mendukung calon lain tdk mendapatkan pupuk."Memang ada indikasi penyaluran pupuk terjadi penyimpangan tdk melalui kelompok tani tapi langsung ke petani yg diduga pendukung pengecer yg masuk calon kep.desa lanca" ungkap Mansur kelompok tani majang saat dimintai keterangannya Jika ini benar terjadi , jelas sangat merugikan masyarakat dan tidak per dalam persaingan Pilkades . Bisa ditebak akan ada sengketa karena beda pendapat antara pihak yang merasa dirugikan dengan pihak yang dianggap merugikanMaka diharapkan kepada pihak terkait atau panitia pelaksana Pilkades hendaknya melakukan langkah2 preventip sebelum Pilkades berlangsung 18.Nov 2021 (A.Ida)

Monitoring dan pemantauan yang dilakukannya di tengah kesibukan tugas dan rutinitas hariannya sebagai seorang bupati sebagai bentuk antisipasi dini terhadap potensi penyumbatan saluran pembuangan air, drainase, dan ataupun kanal yang berpotensi menjadi pemicu terjadinya genangan dan musibah banjir.

“Kita berkomitmen akan rutin dan terus melakukan monitoring serta pemantauan saluran pembuangan air, drainase, dan kanal yang berpotensi mengalami penyumbatan”, ujar, orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bulukumba itu.

Ini merupakan bentuk pengejawantahan dari visi misi yang diusungnya, bersama Andi Eddy Manaf, untuk menyulap dan menjadikan Bulukumba sebagai kota bebas banjir.

“Alhamdulillah, dari hasil monitoring dan pemantauan yang kita lakukan hari ini, seluruh aliran drainase yang terpantau masih mengalir normal”, ungkap Andi Utta di sela-sela pemantauan kanal di area Pasar tradisional Cekkeng.

Baca Juga:  Curhat Warga ke Kapolri Setelah Divaksin, Kami Senang dan Atusias Setelah Menunggu Setahun

Dikatakannya, tim pengendali banjir bentukan pemerintah kabupaten akan terus bekerja dan merealisasikan program penanganan serta pengendalian potensi banjir di Bulukumba.

“Sekedar informasi, bahwa sampai hari ini, tahapan pengerjaan penanganan potensi banjir di kota Bulukumba, bisa dikategorikan berjalan efektif dan efisien”.

Hal ini kata dia, “bisa ditilik dari presentase pekerjaan dan proses pembersihan limbah serta pengangkutan sedimen yang sudah mencapai 70 persen”

“Untuk diketahui, bahwa sejauh ini, tim pengendali dan penanganan banjir kota Bulukumba telah membersihkan serta melakukan proses pengangkutan 3500 truk limbah, berikut sedimen yang dihasilkan dari pengerukan aliran drainase, kanal, dan saluran pembuangan air lainnya”.

“Satu bentuk kesyukuran tersendiri bagi kita di lingkungan Pemkab Bulukumba, karena proses pengangkutan sedimen dan limbah drainase yang berjalan selama ini, ternyata cukup efektif untuk meredam potensi genangan air dan banjir di kota Bulukumba tanpa kehadiran saluran pembuangan baru”.

Baca Juga:  Meminimalisir Penyebaran Covid-19, Ditlantas Polda Sulsel Kunjungi Tempat-Tempat Wisata

“Kendati begitu, perhatian akan tetap kita fokuskan pada titik-titik rawan genangan dan potensi banjir dengan memaksimalkan tim pengendali banjir yang akan terus stand by dan siaga turun ke lapangan menindaklanjuti informasi pengaduan, serta laporan warga terkait dengan potensi genangan di musim penghujan”.

“Untuk itu, tim pengendali dan penanganan banjir akan distand by kan 1×24 jam untuk memantau dan memonitor potensi genangan, banjir, dan penyumbatan aliran drainase.

“Informasi potensi genangan sekecil apapun akan langsung ditindaklanjuti dan dikerjakan oleh tim pengendali banjir yang setiap saat, siap menampung dan menerima pengaduan warga”, kuncinya. (Andi Fadly Dg. Biritta)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *