oleh

Nurdin Abdullah Resmikan Kawasan Wisata Kuliner di CPI

-News-63 views

Topikinformasi.com – MAKASSAR, PEMPROV SULSEL – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah dan Ketua TP PKK Sulsel, Liesty F Nurdin, meresmikan kawasan wisata kuliner di Center Point Of Indonesia (CPI). Kawasan wisata kuliner tersebut dibangun dengan anggaran sebesar Rp 25 miliar dengan bahan dasar kayu ulin.

Menurut Nurdin Abdullah, dengan keadaan pasir putih yang berubah menjadi hitam karena sirkulasi air tidak mengalir, maka diinisiasi oleh Pemprov Sulsel dan Pemkot Makassar untuk dibangun kawasan wisata kuliner ini.

“Saya tidak akan menyia-nyiakan keindahan Pantai Losari, apalagi dengan adanya reklamasi ini. Tentu kita memanfaatkan, apalagi setelah kita buka seluruh kuliner center ini ternyata animo masyarakat begitu besar, sehingga kita perluas lagi supaya semakin banyak akses yang bisa digunakan,” jelas Nurdin Abdullah, usai meresmikan wisata kuliner tersebut, Rabu 10 Februari 2021.

Baca Juga:  Bone 691 Tahun Bone Kita Semua Catatang Pinggir: Bahtiar Parenrengi

Selain itu, Nurdin Abdullah mengaku, Masjid 99 Kubah saat ini sudah masuk dalam tahap tender dan diharapkan sudah bisa dimanfaatkan sebelum Bulan Ramadhan tahun ini.

“Masjid 99 ini dalam proses tender. Jadi kita akan fungsikan dulu, pokoknya masjid ini harus berfungsi dulu. Makanya kita berharap tahun ini bisa berfungsi dan kita buru sampai (Bulan) Ramadhan mudah-mudahan, tapi kita akan upayakan,” harapnya.

“Kita fungsikan dulu seperti tempat wudhu, toilet, akses masuk di dalam yang bocor-bocor itu kita akan perbaiki. Kita siapkan Rp 22 miliar, karena ini belum sampai 99 Kubah, karena masih ada satu kubah yang belum sampai,” jelasnya.

Sementara itu, Pj Wali Kota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin, berharap wisata kuliner tersebut menghadirkan pemandangan baru buat masyarakat Makassar.

Baca Juga:  Dampak Pilkades Beberapa Kelompok Tani di Kec. tellusiattingnge Mengeluh Tidak Dapat Jatah Pupuk Dari PengecerBONE - Infobanua .co.id Pilkades 2021 untuk kab. Bone tinggal menghitung hari saat ini para calon sedang melakukan sosialisasi, dengan cara mereka masing masing namun terkadang ditemukan dengan cara cara yang seharusnya tak harus dilakukan.Hasil Informasi yang di himpun dari beberapa kelompok tani di 2 desa yakni desa lanca dan desa lappae kec. Tellusiattingnge kab. Bone Ternyata salah satu calon kades di lanca diduga lakukan penyalahgunaan bantuan pupuk yang tersalurkan kepetani tetapi tidak melalui kelompok tani justru langsung pengecer. Kemudian pengecer memberikan ke petani yg diduga untuk mendukungx di pilkades mendatang .Dan ironisnya petani yang tidak mendukungnya justru mendukung calon lain tdk mendapatkan pupuk."Memang ada indikasi penyaluran pupuk terjadi penyimpangan tdk melalui kelompok tani tapi langsung ke petani yg diduga pendukung pengecer yg masuk calon kep.desa lanca" ungkap Mansur kelompok tani majang saat dimintai keterangannya Jika ini benar terjadi , jelas sangat merugikan masyarakat dan tidak per dalam persaingan Pilkades . Bisa ditebak akan ada sengketa karena beda pendapat antara pihak yang merasa dirugikan dengan pihak yang dianggap merugikanMaka diharapkan kepada pihak terkait atau panitia pelaksana Pilkades hendaknya melakukan langkah2 preventip sebelum Pilkades berlangsung 18.Nov 2021 (A.Ida)

“Lego-lego ini diharapkan bisa menjadi wisata baru di Kota Makassar. Bagaimana kita menghadirkan spot baru pariwisata di Kota Makassar. Kita ketahui Sulsel ini merupakan gerbang masuk bagi Indonesia bagian timur, begitu juga dengan pariwisatanya,” tutupnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *