oleh

Hari Pertama Misi Kemanusiaan Gempa Sulbar, Ini Yang Dilakukan Brimob Sulsel

-News-67 views

Topikinformasi.com – Majene, Sulbar. Tepat pukul 01.00 Wita dini hari tadi ( Sabtu,16/01/21) rombongan personel Satbrimob Polda Sulsel BKO Polda Sulbar dalam rangka menjalankan misi kemanusiaan membantu korban gempa tiba di Mapolres Majene Sulawesi Barat. Pada pukul 07.30 WITA rombongan personel gabungan Satbrimob Polda Sulsel BKO Polda Sulbar yang didalamnya terdapat 1 SST personel Batalyon C Pelopor melakukan apel pengecekan dan penerimaan personel sebelum berangkat menuju ke posko bencana korban gempa di Desa Salai Kecamatan Malunda Kabupaten Majene Sulawesi Barat.

Setelah menempuh perjalanan darat selama 2 jam dari kota Majene rombongan personel Satbrimob Polda Sulsel akhirnya tiba di posko bencana korban gempa Kabupaten Majene Sulawesi Barat. Setibanya di posko bencana, para personel Brimob Polda Sulawesi Selatan ini langsung bergegas mendirikan tenda-tenda darurat yang akan digunakan sebagai posko dan dapur lapangan tanggap bencana untuk membantu korban gempa Sulbar.

Komandan Batalyon ( Danyon ) C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel yang bertindak sebagai Danyon Gas Satbrimob Polda Sulsel BKO Polda Sulbar Kompol Nur Ichsan, S.Sos. juga melakukan koordinasi dengan pihak terkait perihal pelaksanaan tugas yang akan dilakukan oleh personel Satbrimob Polda Sulsel selama berada di posko bencana. Selain itu, Kompol Nur Ichsan juga meninjau langsung lokasi pemukiman yang terkena dampak gempa paling parah untuk melakukan penyisiran korban dan pembersihan puing-puing bangunan yang rubuh akibat gempa berkekuatan 6.2 SR ini.

Baca Juga:  Penerimaan Catar Akmil Ta. 2022 Korem 141/Tp. Sub. Panda Bone Memasuki Tes Kesegaran Jasmani

Saat dikonfirmasi oleh awak media, Kompol Nur Ichsan, S.Sos. mengatakan jika kehadiran personel Satbrimob Polda Sulsel di Kabupaten Majene Sulawesi Barat adalah untuk menjalankan misi kemanusiaan membantu korban gempa.

” Tugas utama kami di sini adalah menjalankan misi kemanusiaan sebagai wujud dari Bhakti Brimob Untuk Indonesia, jadi selama berada di sini, kami akan fokus membantu warga korban gempa serta membantu proses pemulihan kembali pasca gempa berkekuatan 6.2 Skala Rikter yang terjadi di Kabupaten Majene Sulawesi Barat,” ungkap Kompol Nur Ichsan.

” Sebelum melakukan itu semua terlebih dahulu kami menyiapkan beberapa fasilitas dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk membantu masyarakat korban gempa serta melakukan survei ke beberapa titik untuk melakukan tindakan-tindakan yang akan diambil kedepannya,dimana dalam pelaksanaan tugas tetap memperhatikan prokes,” tambah Danyon Gas Satbrimob Polda Sulsel BKO Polda Sulbar.

Baca Juga:  Idul Adha 1442 H. Polres Bone Siapkan Daging Hewan Qurban Dari 42 Ekor Sapi

Sementara itu Komandan Satuan ( Dansat ) Brimob Polda Sulsel Kombes Pol. Muhammad Anis, P.S.,S.I.K.,M.Si. yang juga mendampingi dan memimpin anggota dalam misi kemanusiaan di Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat mengatakan kehadiran personel Satbrimob Polda Sulsel di Kabupaten Majene Sulawesi Barat dengan membawa peralatan lengkap yang dibutuhkan untuk membantu korban bencana.

” Jadi kami hadir disini dengan membawa peralatan lengkap yang dibutuhkan oleh pengungsi korban bencana gempa Majene Sulbar seperti mobil water treatment dan mobil dapur lapangan. Kami juga membawa mobil repiter untuk mendukung sistem komunikasi di lokasi bencana, ini semua kami lakukan sebagai wujud dari Bhakti Brimob Untuk Indonesia,” pungkas Kombes Pol. Muhammad Anis. (Rls)

(*)
Baca Juga:  Dampak Pilkades Beberapa Kelompok Tani di Kec. tellusiattingnge Mengeluh Tidak Dapat Jatah Pupuk Dari PengecerBONE - Infobanua .co.id Pilkades 2021 untuk kab. Bone tinggal menghitung hari saat ini para calon sedang melakukan sosialisasi, dengan cara mereka masing masing namun terkadang ditemukan dengan cara cara yang seharusnya tak harus dilakukan.Hasil Informasi yang di himpun dari beberapa kelompok tani di 2 desa yakni desa lanca dan desa lappae kec. Tellusiattingnge kab. Bone Ternyata salah satu calon kades di lanca diduga lakukan penyalahgunaan bantuan pupuk yang tersalurkan kepetani tetapi tidak melalui kelompok tani justru langsung pengecer. Kemudian pengecer memberikan ke petani yg diduga untuk mendukungx di pilkades mendatang .Dan ironisnya petani yang tidak mendukungnya justru mendukung calon lain tdk mendapatkan pupuk."Memang ada indikasi penyaluran pupuk terjadi penyimpangan tdk melalui kelompok tani tapi langsung ke petani yg diduga pendukung pengecer yg masuk calon kep.desa lanca" ungkap Mansur kelompok tani majang saat dimintai keterangannya Jika ini benar terjadi , jelas sangat merugikan masyarakat dan tidak per dalam persaingan Pilkades . Bisa ditebak akan ada sengketa karena beda pendapat antara pihak yang merasa dirugikan dengan pihak yang dianggap merugikanMaka diharapkan kepada pihak terkait atau panitia pelaksana Pilkades hendaknya melakukan langkah2 preventip sebelum Pilkades berlangsung 18.Nov 2021 (A.Ida)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *