oleh

Pembekalan Kontra Radikal Di Lingkungan TNI AD Kepada Prajurit Jajaran Korem 141/Toddopuli di Pimpin Oleh Danrem 141/Tp

-News-106 views

Topikinformasi.com – Pangkajene Pembekalan Kontra Radikal Di Lingkungan TNI AD Kepada Prajurit Jajaran Korem 141/Toddopuli di Pimpin Oleh Danrem 141/Tp yang Di Wakili Kasiren Kasrem 141/Tp Kolonel Arh Budi Laksana diselenggarakan Di Makodim 1421/Pangkep Jl. HM Arsyad B (Jl.Beringin Lama), Padoang Doangan, Kec. Pangkajene, Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan, Sulawesi Selatan. Rabu (07/10).

Melalui pembekalan ini Saya harapkan dapat memutus mata rantai dari sel-sel jaringan radikalisme yang dapat membahayakan keutuhan bangsa Indonesia. Dengan maraknya berbagai persoalan yang berkaitan dengan perkembangan radikalisme di Indonesia, bukan hanya sebagai tanggung jawab pemerintah atau aparat pemerintah saja, namun juga  menjadi tanggung jawab seluruh komponen bangsa.

Perkembangan Radikalisme dalam era globalisasi ini terus meningkat. Hal ini juga ditambah dengan berkembang pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang membuat banyaknya gerakan paham Radikal muncul. Terutama dalam Media Sosial.

Sejalan dengan upaya pemerintah dalam menguatkan paham Radikalisme sesuai Idiologi Negara. Saya berharap TNI AD khususnya Korem 141/Tp beserta jajarannya juga bisa terus berupaya secara maksimal dan menjadi personel profesional.

Maka dari itu, saya mengingatkan, bahwa tidak lama lagi akan dilaksanakan Pemilukada secara serentak diwilayah Korem 141/Tp, yang tentunya perlu mendapat perhatian khusus dalam mengantisipasi kemungkinan atau potensi terjadinya Radikalisme.

Turut hadir:
Dandim 1421/Pangkep Letkol Inf Adi Sabarudin
Kolonel Kav Mukmin, S.I.P(Pamen Ahli Bid Idiologi politik pusintelad)
Letkol Inf Jaksani
Pasi Intel Korem 141/Tp Mayor Inf Andi Usmi
Perwakilan Prajurit Di Wilayah Jajaran Korem 141/Tp.

Baca Juga:  Dampak Pilkades Beberapa Kelompok Tani di Kec. tellusiattingnge Mengeluh Tidak Dapat Jatah Pupuk Dari PengecerBONE - Infobanua .co.id Pilkades 2021 untuk kab. Bone tinggal menghitung hari saat ini para calon sedang melakukan sosialisasi, dengan cara mereka masing masing namun terkadang ditemukan dengan cara cara yang seharusnya tak harus dilakukan.Hasil Informasi yang di himpun dari beberapa kelompok tani di 2 desa yakni desa lanca dan desa lappae kec. Tellusiattingnge kab. Bone Ternyata salah satu calon kades di lanca diduga lakukan penyalahgunaan bantuan pupuk yang tersalurkan kepetani tetapi tidak melalui kelompok tani justru langsung pengecer. Kemudian pengecer memberikan ke petani yg diduga untuk mendukungx di pilkades mendatang .Dan ironisnya petani yang tidak mendukungnya justru mendukung calon lain tdk mendapatkan pupuk."Memang ada indikasi penyaluran pupuk terjadi penyimpangan tdk melalui kelompok tani tapi langsung ke petani yg diduga pendukung pengecer yg masuk calon kep.desa lanca" ungkap Mansur kelompok tani majang saat dimintai keterangannya Jika ini benar terjadi , jelas sangat merugikan masyarakat dan tidak per dalam persaingan Pilkades . Bisa ditebak akan ada sengketa karena beda pendapat antara pihak yang merasa dirugikan dengan pihak yang dianggap merugikanMaka diharapkan kepada pihak terkait atau panitia pelaksana Pilkades hendaknya melakukan langkah2 preventip sebelum Pilkades berlangsung 18.Nov 2021 (A.Ida)

(Herman/Embo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *