oleh

Jangan Mati Diujung Pedang

-News-539 views

Catatan Pinggir:
Bahtiar Parenrengi

Bone, Topikinformasi.com Disebuah sudut mesjid, seorang sahabat ngonrol santai. Suaranya nyaris tak terdengar. Sebab suara pelan dan gaya tutur nan lembut. Seolah berbisik lembut, tentang ‘manusia rugi’.

Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian. Rugi. Rugi, kecuali manusia/ orang yang menggunakan waktu sebaik mungkin. wal-‘aṣr, Demi masa. innal-insāna lafī khusr, Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian.

Dalam konteks kekinian, kita bisa berada dalam kerugian. Kita bisa merugi karena tak berada pada rel keIlahian. Kita terkadang tak mensyukuri nikmat yang diperoleh selama ini. Sehingga berkah yang diharapkan tak berbentuk rasa syukur.

            ***

Disebuah sudut mesjid ditengah kota, bisikan sahabat selalu menggoda. Suasana hiruk pikuk perkotaan, yang menandai kehidupan dunia terus berjalan. Kita yang berada pada zaman ini, tentu harus menjalaninya tanpa harus lari dari dunia nyata.

Baca Juga:  "Tak Kenal Libur" Brimob Batalyon C Pelopor Tetap Kerja Melawan Covid-19

Zaman kita bukan zaman yang dilalui oleh para sahabat Rasulullah, Nabi terakhir. Kita harus berbuat pada zaman godaan yang begitu banyak. Begitu dahsyat. Zaman yang tidak ada lagi Rasulullah Muhammad SAW untuk ditempati bertanya.

Tapi yakinlah, kita tak merugi ketika ajaran keIlahian tetap dipegang teguh. Seperti kata Tuhan,
wal-‘aṣr 1. Demi masa. innal-insāna lafī khusr 2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian.

Orang tak merugi ketika tahu jalannya. Tahu menerjemahkan diri sebagai seorang hamba. Illallażīna āmanụ wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti wa tawāṣau bil-ḥaqqi wa tawāṣau biṣ-ṣabr 3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Baca Juga: 
            ***

Demi Waktu. Seolah Tuhan berjanji. Bersaksi. Manusia berada dalam kerugian ketika tak mengikuti petunjuk Tuhan-nya.

Demi Waktu. Berimanlah kalau engkau tak mau merugi. Beramal Saleh dan saling menasehati. Saling menasehati berarti ada interaksi sesama ciptaan menuju kebaikan.

Saling menasehati, tak ada kelas sosial sebagai pemisah. Saling menasehati karena manusia adalah makhluk yang tak luput dari kekhilafan.

Tak heran jika ada pepatah Arab menyatakan, “Al-waqtu ka as-saifi in lam taqtha’hu qatha’aka ” (Al-Mahfudzat). Waktu itu seperti pedang, jika engkau tidak menggunakannya dengan baik, ia akan memotongmu.

Waktu akan terus berjalan. Dinamika hidup terus berjalan. Waktu terus berjalan entah siapa yang bakal lalai. Waktu terus berjalan entah siapa yang terpotong. Entahlah.

Baca Juga:  Dampak Pilkades Beberapa Kelompok Tani di Kec. tellusiattingnge Mengeluh Tidak Dapat Jatah Pupuk Dari PengecerBONE - Infobanua .co.id Pilkades 2021 untuk kab. Bone tinggal menghitung hari saat ini para calon sedang melakukan sosialisasi, dengan cara mereka masing masing namun terkadang ditemukan dengan cara cara yang seharusnya tak harus dilakukan.Hasil Informasi yang di himpun dari beberapa kelompok tani di 2 desa yakni desa lanca dan desa lappae kec. Tellusiattingnge kab. Bone Ternyata salah satu calon kades di lanca diduga lakukan penyalahgunaan bantuan pupuk yang tersalurkan kepetani tetapi tidak melalui kelompok tani justru langsung pengecer. Kemudian pengecer memberikan ke petani yg diduga untuk mendukungx di pilkades mendatang .Dan ironisnya petani yang tidak mendukungnya justru mendukung calon lain tdk mendapatkan pupuk."Memang ada indikasi penyaluran pupuk terjadi penyimpangan tdk melalui kelompok tani tapi langsung ke petani yg diduga pendukung pengecer yg masuk calon kep.desa lanca" ungkap Mansur kelompok tani majang saat dimintai keterangannya Jika ini benar terjadi , jelas sangat merugikan masyarakat dan tidak per dalam persaingan Pilkades . Bisa ditebak akan ada sengketa karena beda pendapat antara pihak yang merasa dirugikan dengan pihak yang dianggap merugikanMaka diharapkan kepada pihak terkait atau panitia pelaksana Pilkades hendaknya melakukan langkah2 preventip sebelum Pilkades berlangsung 18.Nov 2021 (A.Ida)

Jangan biarkan pedang memotong-mu. Jangan lalai, hingga mati diujung pedang. Tetap semangat. Karena
apapun yang terjadi, apapun yang kita lakukan, kekuasaan Tuhan tak kan berkurang. Tetap Esa.

(Bahtiar Parenrengi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *