oleh

Hari pertama di Awal Tahun Baru Islam 1442 H. Personel Kepolisian Polres Bone Tetap Masuk Kerja

-News-107 views

Bone, Topikinformasi.com Hari pertama di awal tahun 1442 H. personel kepolisian tetap masuk kerja seperti hari kerja sebelumnya, sejak pagi personel mulai berdatangan mengikuti apel pagi dan dilanjutkan khatam al-Qur’an di Masjid Qadrul Islam Polres Bone yang sudah menjadi program bagi personel pada setiap hari Kamis pagi, (20/08/2020).

Ditempat terpisah, panitia perimaan calon bintara Polri Tahun 2020 tetap memberikan pelayanan kepada calon untuk proses pemeriksaan berkas lanjutan yang dipimpin oleh Kabag Sumda Polres Bone Kompol H.Burhanuddin HW. selaku sekretaris panitia penerimaan tingkat Polres Bone.

Kabag Sumda dihadapan calon bintara mengingatkan tentang pentingnya menjaga kesehatan sebagai salah satu syarat utama menjadi seorang anggota Polri, khususnya di masa pendemi covid-19 calon siswa (casis) harus betul-betul mengikuti protocol kesehatan yang ada.

“pagi ini, semua program kegiatan harus berjalan dengan baik, baik kegiatan khatam al-Qur’an di Masjid maupun kegiatan pemeriksaan administrasi bagi calon siswa, khusus untuk casis kami selalu ingatkan untuk menjaga kesehatan sebagai salah satu syarat utama yang harus terpenuhi untuk lulus menjadi calon bintara Polri.” Jelas Burhanuddin.(rls)

Baca Juga:  Dampak Pilkades Beberapa Kelompok Tani di Kec. tellusiattingnge Mengeluh Tidak Dapat Jatah Pupuk Dari PengecerBONE - Infobanua .co.id Pilkades 2021 untuk kab. Bone tinggal menghitung hari saat ini para calon sedang melakukan sosialisasi, dengan cara mereka masing masing namun terkadang ditemukan dengan cara cara yang seharusnya tak harus dilakukan.Hasil Informasi yang di himpun dari beberapa kelompok tani di 2 desa yakni desa lanca dan desa lappae kec. Tellusiattingnge kab. Bone Ternyata salah satu calon kades di lanca diduga lakukan penyalahgunaan bantuan pupuk yang tersalurkan kepetani tetapi tidak melalui kelompok tani justru langsung pengecer. Kemudian pengecer memberikan ke petani yg diduga untuk mendukungx di pilkades mendatang .Dan ironisnya petani yang tidak mendukungnya justru mendukung calon lain tdk mendapatkan pupuk."Memang ada indikasi penyaluran pupuk terjadi penyimpangan tdk melalui kelompok tani tapi langsung ke petani yg diduga pendukung pengecer yg masuk calon kep.desa lanca" ungkap Mansur kelompok tani majang saat dimintai keterangannya Jika ini benar terjadi , jelas sangat merugikan masyarakat dan tidak per dalam persaingan Pilkades . Bisa ditebak akan ada sengketa karena beda pendapat antara pihak yang merasa dirugikan dengan pihak yang dianggap merugikanMaka diharapkan kepada pihak terkait atau panitia pelaksana Pilkades hendaknya melakukan langkah2 preventip sebelum Pilkades berlangsung 18.Nov 2021 (A.Ida)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *