oleh

Pangdam Hasanuddin Pimpin Upacara Peresmian Brigif 11/Badik Sakti dan Alih Kodal Satuan

-News-60 views

Pare – Pare, Topikinformasi.com Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Andi Sumangerukka, S.E memimpin peresmian satuan Brigade Infanteri (Brigif) 11/Badik Sakti dan Alih Kodal satuan jajaran Kodam XIV/Hasanuddin, bertempat di Mako Brigif 11/Badik Sakti, Jl. Ahmad Yani KM-4 Kota Pare-Pare, Rabu (15/7).

Peresmian satuan baru dan Alih Kodal satuan tersebut dilaksanakan di tengah Pandemi Covid-19 namun tetap menjalankan protokol kesehatan tanpa mengurangi hikmat dan tujuan dari kegiatan itu.

(*)

Prosesi peresmian Brigif 11/Badik Sakti dan Alih Kodal satuan ini ditandai dengan penyerahan lambang-lambang satuan dan penandatanganan berita acara serah terima.

Pangdam dalam sambutannya mengatakan, penataan dan pembentukan satuan baru di jajaran TNI AD ini sudah melalui kajian strategis dan evaluasi yang mendalam terhadap berbagai aspek sehingga terwujud stabilitas pertahanan negara khususnya di wilayah Kodam XIV/Hasanuddin.

Baca Juga:  Kapolres Takalar Pimpin Penyerahan Paket Sembako Di Wilayah Hukum Polsek Mappakasunggu

“Selain itu, salah satu latar belakang pembentukan Brigif 11/Badik Sakti dan Alih Kodal satuan yaitu dalam rangka mengimbangi perkembangan lingkungan strategis dan mengantisipasi kemungkinan potensi ancaman yang diprediksi akan selalu bergerak secara dinamis serta bervariatif pada masa yang akan datang sesuai tuntutan kemajuan zaman”, tuturnya.

“Pembentukan satuan Brigif 11/Badik Sakti merupakan realisasi keinginan, harapan dan permintaan masyarakat serta Pemerintah Daerah. Hal itu, tentu salah satu wujud kepercayaan masyarakat Pare-Pare terhadap Kodam XIV/Hasanuddin”, sambung Mayjen Andi.

Satuan Brigif 11/Badik Sakti merupakan satuan organik yang berkedudukan langsung di bawah Pangdam XIV/Hasanuddin dan akan membawahi 3 satuan Batalyon diantaranya, Batalyon Infanteri (Yonif) 721/Makkasau, Yonif 726/Tamalatea dan 1 Yonif yang akan dibentuk di Kabupaten Mamuju Tengah Provinsi Sulawesi Barat.

Baca Juga:  Tiba Tiba Administrasi Kendaraan Anggota Diperiksa, Ada Apa?

Selain peresmian Brigif 11/Badik Sakti dalam kesempatan itu juga dilaksanakan Alih Kodal satuan yakni Kodim 1403/Sawerigading, Kodim 1414/Tator dan Kodim 1419/Enrekang, yang sebelumnya berada di jajaran Korem 142/Tatag selanjutnya dialihkodalkan ke jajaran Korem 141/Toddopuli.

Menurut Pangdam bahwa Alih Kodal ini merupakan salah satu upaya pemenuhan tuntutan organisasi dalam rangka pembangunan kekuatan pokok minimum atau minimum essential force, yang bertujuan untuk memudahkan komando dan pengendalian.

Diakhir sambutannya, orang nomor satu di Kodam Hasanuddin ini berharap, dengan peresmian dan Alih Kodal ini dapat memberikan kontribusi positif dalam menciptakan rasa aman, damai serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Selatan.

Hadir pada acara tersebut diantaranya Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XIV/Hasanuddin Ny. Arinta Andi Sumangerukka, Kasdam Brigjen TNI Andi Muhammad, S.H, Irdam, Kapok Sahli, para Danrem, Walikota Pare-Pare, Bupati Barru, Wakil Bupati Pinrang, Danrindam, para Asisten, para Perwira Ahli dan para Kabalakdam serta para Komandan satuan jajaran Kodam XIV/Hasanuddin.

Baca Juga:  Dampak Pilkades Beberapa Kelompok Tani di Kec. tellusiattingnge Mengeluh Tidak Dapat Jatah Pupuk Dari PengecerBONE - Infobanua .co.id Pilkades 2021 untuk kab. Bone tinggal menghitung hari saat ini para calon sedang melakukan sosialisasi, dengan cara mereka masing masing namun terkadang ditemukan dengan cara cara yang seharusnya tak harus dilakukan.Hasil Informasi yang di himpun dari beberapa kelompok tani di 2 desa yakni desa lanca dan desa lappae kec. Tellusiattingnge kab. Bone Ternyata salah satu calon kades di lanca diduga lakukan penyalahgunaan bantuan pupuk yang tersalurkan kepetani tetapi tidak melalui kelompok tani justru langsung pengecer. Kemudian pengecer memberikan ke petani yg diduga untuk mendukungx di pilkades mendatang .Dan ironisnya petani yang tidak mendukungnya justru mendukung calon lain tdk mendapatkan pupuk."Memang ada indikasi penyaluran pupuk terjadi penyimpangan tdk melalui kelompok tani tapi langsung ke petani yg diduga pendukung pengecer yg masuk calon kep.desa lanca" ungkap Mansur kelompok tani majang saat dimintai keterangannya Jika ini benar terjadi , jelas sangat merugikan masyarakat dan tidak per dalam persaingan Pilkades . Bisa ditebak akan ada sengketa karena beda pendapat antara pihak yang merasa dirugikan dengan pihak yang dianggap merugikanMaka diharapkan kepada pihak terkait atau panitia pelaksana Pilkades hendaknya melakukan langkah2 preventip sebelum Pilkades berlangsung 18.Nov 2021 (A.Ida)

(Arnold Cunding)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *