oleh

Pengeroyokan Wartawan Online Liputan 4 Oleh Oknum Penjabat Kepala Pemerintahan Negeri Wahai Terkesan Premanisme.

Maluku tengah, Topikinformasi.com
Kejadian miris yang menimpa salah seorang wartawan Online Liputan4.Com Muhammad Yasir Arafat Ely, dari Maluku Tengah, yang di keroyok oleh sekelompotan massa yang di dalangi oknum Penjabat pemerintahan Ngeri Wahai inisial (ST) kecamatan Seram Utara. insiden yang terjadi membuat Yasir terluka dimana kurang lebih sekitar 100 orang sambangi rumah korban, yang di pimpin oleh oknum tersebut,

Menurut keterangan istri korban saat menyaksikan kejadian naas itu,Penjabat kepala pemerintahan negeri Wahai (ST) sekira pukul 9 malam (21.00Wit) ‘ Jumat 3 Juli 2020 mendatangi rumah saya, ketika itu saya lagi nyuci pakaian ,ST ‘ tiba-tiba mempertanyakan keberadaan suami saya, Mana Lambor? tanya ST, padaku ‘ akupun menjawab, ada dikamar bersama anaknya, dengan suara lantang dia memanggil Lambor’Lambor’Lambor (nama panggilan Yasir ) teriaknya, ‘dengan nada marah,

Lambor yang sedang berada di kamar bersama anaknya, mendengar suara dari luar memanggil namanya ‘akhirnya keluar menemui ST, yang berada diruang tamu,tiba-tiba ST ,dengan geram memegang kerah baju swami saya, Ujar Istri Yasir dengan nada sedih, sembari berkata, Ose tulis apa di face book? saat ST bertanya pada swamiku terlihat , beberapa orang masuk ke ruang tamu dan menonjok swami saya bagian kepala dan mukanya sampai swamiku terjatuh di bawah talut ,waktu Lambor terjatuh sembari dipukul lagi ,mereka melompat turun menendangnya dan sebagian massa yang di atas Talut berteriak bunuh dia “bunuh dia ,ungkap Istri Yasir sedih’

Lamborpun mengakui bahwa dirinya di pukuli,” Alhamdulillah saya bisa lolos dari amukan massa yang dipimpin ST, saya tak habis mikir kenapa seorang penjabat pemerintahan berlaku brutal dan premanisme,? seharusnya dia menjadi contoh bagi masyarakat?jangan main tonjok saja tanpa alasan yang jelas, masalahnya apa? mengapa dia melakukan tindakan kriminal terhadap diriku? dan saya tidak akan tinggal.diam,,kita hidup di negara Hukum,,dan saya akan bawa hal ini keranah hukum tegas Yasir ” ‘ saya heran mengapa ST keterlaluan seperti itu? Padahal selama ini saya tidak pernah menyinggung pribadi ST, maupun keluarga nya di Medsos (fb)
apa yang saya unggah di media sosial facebook adalah bentuk dari kebebasan berpendapat di muka umum,dan hal itu dibolehkan oleh undang undang dan sebagai masyarakat kita berhak mengawasi jalannya program pemerintahan,jadi seandainya ada yang tersinggung dengan apa yang saya posting maka ada jalur hukum yang harus ditempuh,bukan main hakim sendiri.ujar Yasir

Lanjut Yasir katakan oknum penjabat pemerintahan negeri wahai harusnya tahu aturan jangan main hakim.sendiri ada aparat hukum
jika memang tulisan saya dianggap pencemaran nama baik maka laporkan saja kepihak berwajib ,bukan main kekerasan lirih Yasir ,saya selaku wartawan punya kode etik dan tahu tentang UU pers apa yang saya tulis sudah sesuai ketentuan karya jurnalistik

melalui pemberitaan yang berimbang ,saya berharap Bupati Maluku tengah . selektif dalam memilih para pejabat pemerintahannya , karena di tangan nya lah ujung tombak masyarakat dalam melaksanakan roda pemerintahan , dimana masyarakat wajar melakukan kritisi kalau pembangunan tidak berjalan normal sesuai aturan yang ada, pungkas Yasir .(Ah.).
(Ani Hasan Kabiro Enrekang Toraja)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga